Apple (iOS), Samsung (Android) atau Nokia (Windows Phone)?

November 9, 2012 at 11:17 am Leave a comment

Bagi para pengamat dan penggemar gadget dan teknologi selular, nama-nama diatas bukanlah hal yang asing lagi. Karena nama-nama tersebut merupakan brand yang sedang naik daun dibidang teknologi selular dan gadget. Saya sendiri memang berkecimpung dibidang telekomunikasi dan teknologi informasi, dan cukup mengikuti perkembangan ke-3 brand diatas.

Sebenarnya sudah agak lama saya ingin menulis tentang bagaimana pandangan pribadi saya mengenai strategi dan kekuatan/kelemahan dari ke-3 brand diatas. Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga. Mari kita bahas satu per satu.

 

1. Apple (iOS),

Apple sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penyedia perangkat (dan layanannya) untuk telekomunikasi dan IT. Produk-produk Apple sendiri dikenal merupakan produk yang eksklusif dan harga diatas rata-rata. Saat ini Apple merupakan perusahaan dengan nilai kapitalisasi terbesar, yang sempat melebihi USD 600 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa Apple merupakan perusahaan yang sukses menjaga brand-nya tetap eksklusif, tetapi tetap dapat mempertahankan “pendapatan” yang besar dan terus meningkat dan “keuntungan” yang selalu naik.

Menurut saya, Apple sangat pandai dalam melihat perkembangan pasar dan kecenderungan para penggila gadget. Strategi yang konsisten mereka gunakan adalah menjaga Apple tetap eksklusif, yang artinya tidak mudah ditebak. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana Apple me-manage peluncuran perangkat-perangkat barunya. Apple tidak pernah memberikan penjelasan secara langsung, sebelum acara perkenalan perangkat baru tersebut resmi digelar. Apple berpegang pada prinsip bahwa konsisten menjaga eksklusivitas itu kunci untuk terus berkembang dan maju, dan hal ini terbukti.

Apple memiliki keunggulan yaitu tingginya tingkat kompatibilitas perangkat (hardware) dan sistem operasinya (OS/software), karena keduanya didesign dan dikontrol oleh Apple sendiri. Pengalaman saya sendiri membuktikan hal itu, dimana saya memiliki Apple iPhone 3GS (keluaran tahun 2009), tetapi sampai saat ini saya masih bisa menggunakan iOS paling update (iOS 6.01) yang dikeluarkan lebih dari 3 tahun sejak iPhone 3GS dilaunching. Terus terang saya sangat kagum, karena dengan hardware yang sudah berumur lebih dari 3 tahun, masih bisa menikmati OS terbaru dari Apple. Selain itu, aplikasi-aplikasi yang ada di app store (iTunes) sangat beragam, dari yang gratis sampai yang berbayar.

Memang pastinya ada kelemahan dari Apple, yang saya fikir merupakan konsekuensi wajar atas pilihannya untuk menjaga ke-eksklusifannya. Antara lain adalah harganya yang cukup tinggi dibandingkan harga perangkat kompetitor dan juga produknya yang terkesan kurang fleksibel (misalnya pada iPhone, tidak ada port USB, baterai tidak bisa dicopot dan tidak ada slot untuk external memory). Selain itu Apple juga tidak membuat banyak varian untuk produknya, misalnya untuk iPhone 5 hanya ada 2 pilihan warna (hitam dan putih), serta hanya 3 pilihan perangkat sesuai dengan kapasitas penyimpanan internal (16GB, 32GB dan 64GB). 

 

2. Samsung (Android),

Samsung merupakan raksasa produsen perangkat elektronik dari negeri ginseng, korea selatan. Samsung merupakan perusahaan terbesar dan paling berpengaruh dinegeri asalnya. Saat ini Samsung sendiri memfokuskan diri untuk menjadi vendor pembuat smartphone terbesar didunia. Samsung mengusung sistem operasi Android (yang dibuat oleh Google), dan juga Windows Phone 8 (WP 8) yang dibuat oleh Microsoft. Saat ini smartphone berbasis Android jauh lebih banyak dibandingkan smartphone berbasis WP 8.

Samsung sendiri merupakan vendor smartphone yang menggunakan sistem operasi Android yang terbesar, jauh meninggalkan rival-rivalnya seperti HTC maupun Sony. Karena itulah saya menggunakan Samsung sebagai perwakilan dari vendor smartphone Android.

Demi memuluskan misi Samsung untuk menjadi vendor smartphone terbesar didunia, Samsung memiliki strategi untuk memenuhi semua segment (low end, middle end dan high end) dengan produk-produknya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya varian-varian smartphone Samsung yang mengusung Android, yaitu varian Galaxy. Hal ini juga dilakukan oleh vendor-vendor lain yang membesut Android, seperti Motorola, HTC, LG ataupun Sony. Samsung ternyata cukup sukses menjalankan strateginya tersebut, terbukti jumlah smartphone Android yang dijualnya laris manis di pasaran, dari Galaxy S series, Galaxy Y, Galaxy Ace, Galaxy Note, dll. Dan saat ini Samsung merupakan vendor smartphone terbesar didunia, bahkan mengalahkan Apple dalam hal jumlah perangkat smartphone yang dikapalkan dari pabriknya.

Samsung dan Android saat ini tampaknya tidak dapat dipisahkan, karena mereka memang saling membutuhkan dan saling mendapatkan keuntungan dari kerjasama mereka. Saat ini, divisi mobile phone (termasuk smartphone) merupakan penyumbang pendapatan terbesar bagi Samsung Corp. Sedangkan bagi Google, meskipun tidak mendapatkan uang secara langsung dari pemakaian sistem operasi Android dari para vendor smartphone yang menggunakan Android, tetapi Google mendapatkan pendapatan dari iklan online yang terpaket dalam Android. Kabarnya pendapatan Google dari iklan online tersebut tidak sedikit, tetapi mencapai miliar-an dolar amerika.

Smartphone Samsung yang berbasis Android memiliki banyak varian dan harga yang beragam. Konsumen dapat memilih varian smartphone Samsung yang sesuai dengan budget mereka, tentunya dengan sistem operasi Android yang tertanam didalamnya. Misalnya untuk low end, dapat memilih Samsung Galaxy mini atau Galaxy J. Kemudian untuk middle end ada Galaxy Ace 2. Sedangkan untuk high end ada Galaxy S3 atau Galaxy Note 2. Untuk harga, karena OS yang digunakan adalah opensource, maka harga smartphone Samsung ini bisa lebih murah daripada smartphone pesaingnya yang sekelas, misalnya iPhone (iOS) dan Lumia (WP).

Disamping banyak kelebihan yang dimiliki oleh smartphone Samsung dan Android, ada juga beberapa kekurangan yang saya lihat. Salah satunya adalah performa dari perangkat smartphone Android sendiri. Memang untuk smartphone yang high-end, seperti Galaxy S3, tidak akan terlalu banyak dikeluhkan. Tetapi untuk smartphone Android yang low-end maupun middle-end, biasanya performance smartphone kurang memuaskan (lagging) atau tidak smooth dalam menjalankan aplikasi. Hal ini dapat dimaklumi, karena Android dibuat berdasarkan opensource dan dibuat agar dapat digunakan untuk tipe hardware yang berbeda-beda (multivendor). Jadi untuk mendapatkan performance yang baik, dibutuhkan spesifikasi perangkat (hardware/smartphone) yang tinggi. Oleh karena itu, handset-handset Android yang high-end pastinya memiliki spesifikasi yang sangat tinggi untuk saat ini.

Masih terkait dengan sistem operasi Android yang butuh spesfikasi hardware yang tinggi, maka biasanya hardware/smartphone Android tidak akan bisa mensupport update Android untuk beberapa tahun kedepan. Misalnya saat ini smartphone Android kita support Ice Cream Sandwich (4.0), maka biasanya maksimal smartphone kita hanya dapat diupgrade ke Android versi selanjutnya Android Jelly Bean (4.1). Inipun untuk smartphone yang high-end atau middle-end. Setahu saya, untuk yang low-end, kemungkinan tidak bisa diupdate ke sistem operasi versi selanjutnya. Hal ini wajar, karena semakin tinggi versi Android (semakin update), maka kebutuhan akan kemampuan hardware semakin meningkat. Ini merupakan konsekuensi dari sistem operasi Android yang tidak dioptimasi untuk perangkat tertentu, tetapi dibuat untuk dapat mengakomodir semua platform smartphone.

 

3. Nokia (Windows Phone),

Nokia merupakan jawara masa lampau, karena saat ini pangsa pasar Nokia sudah amat sangat tergerus oleh kedigjayaan smartphone Android dan iPhone (iOS). Meskipun Nokia masih cukup kuat di feature phone, meskipun mendapat serangan yang cukup berat dari vendor-vendor feature phone dari China.

Menurut saya, hal ini terjadi karena beberapa tahun yang lalu, Nokia masih terlalu “PD” dengan OS kebanggaannya yaitu Symbian. Mereka terlena dengan penjualan handset-handset yang berbasis Symbian mereka yang cukup baik saat itu, sehingga tidak tanggap mengantisipasi perkembangan pasar/customer yang menginginkan sesuatu yang berbeda, yang akhirnya bisa dijawab oleh Apple dengan iPhone dan iTunes-nya (app store). Sehingga customer dimanjakan dengan banyaknya pilihan aplikasi di MKP (Market Place) mereka (app store). Apalagi saat Android (yang menurut saya, mengikuti iOS Apple) juga menyerbu dengan dukungan banyak vendor-vendor besar. Semakin tergeruslah pangsa pasar Nokia di segment smartphone.

Untungnya Nokia langsung menemukan “partner” yang cukup kuat untuk berperang dengan iPhone & Android, yaitu Microsoft, dengan Windows Phone-nya. Sehingga Nokia dapat terus berbeda dengan para pesaingnya (tidak mengikuti mayoritas produsen smartphone yang mengadopsi Android OS). Jadi, dengan menggandeng Microsoft, Nokia mencoba peruntungannya di ranah smartphone.

Meskipun saat ini HTC dan Samsung mengikuti Nokia untuk menggunakan WP sebagai jiwa dari smartphone buatannya, tetapi Nokia adalah yang pertama dan Nokia berhasil menciptakan image bahwa WP identik dengan Nokia. Sebenarnya Nokia dan Microsoft cukup kreatif dengan membuat berbagai macam aksesori dan handset dengan warna-warna yang “eye-catching”. Hal ini bisa dilihat dari smartphone Lumia seri 800 dan 900. Bahkan untuk Lumia seri 900 yang terbaru, sudah mensupport wireless charging, yaitu men-charge smartphone dengan cara menempelkannya pada “wireless charging plate” yang merupakan aksesori bawaan Lumia 920 dan 820.

Dengan segala pengalaman dan kemampuannya, Nokia tampaknya akan dapat berbicara banyak diranah smartphone. Tetapi tampaknya jalan yang ditempuh oleh Nokia tidak akan semulus harapannya, karena belum lama kerjasama ini berlangsung, terjadi hal yang sangat mengejutkan ketika Nokia menyatakan bahwa smartphone mereka yang mensupport WP7 tidak akan bisa diupgrade ke WP8. Wah, tampaknya ini merupakan cobaan yang cukup berat bagi Nokia. Para pengguna dapat saja berprasangka bahwa ini adalah strategi dari Nokia agar para pelanggannya mengganti smartphone Lumia seri lama dengan yang baru saat WP8 muncul, agar penjualan smartphone Lumia dapat terus naik. Dan tampaknya Nokia masih ingin mencoba mempertahankan image mereka yang terbilang cukup eksklusif, dan mematok harga yang cukup tinggi untuk seri Lumia teratas (Lumia 900 series).

Saya fikir hal ini terkait dengan kemampuan hardware dari perangkat Lumia yang lama, tidak dapat mengakomodir sistem operasi terbaru Microsoft (WP8). Ini wajar saja, mengingat kerjasama Nokia dan Microsoft masih terbilang baru. Mudah-mudahan kedepannya Nokia dapat menyiapkan spesifikasi hardware smartphone mereka untuk mengakomodir update software beberapa versi kedepan.

 

Nah, tulisan diatas adalah pendapat pribadi saya dan tidak ada maksud untuk menyerang/menjelekkan satu merk atau produk. Saya mencoba objektif. Jadi, mau pilih mana? iOS, Android atau WP?

Entry filed under: Gadget. Tags: .

Anggrek Vanda Helvola Orchid Photo for today, Brassavola Nodosa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: