Work-life balance

July 27, 2011 at 8:18 am Leave a comment

Bermula dari percakapan ringan dengan beberapa rekan yang seprofesi, bergerak dibidang telekomunikasi/IT, meskipun berbeda instansi (perusahaan), terkait dengan pindahnya beberapa rekan lain ke perusahaan di Amerika. Ujung-ujungnya adalah kita curhat mengenai kesibukan bekerja diperusahaan masing-masing. Nah, rekan saya tersebut menceritakan bahwa di Amerika, “work-life balance” merupakan salah satu dari KPI (parameter penilaian) dari kinerja.

Hmmm, saya sendiri belum terlalu mengerti dengan istilah “work life balance”, karena itu saya langsung mencari tahu di wikipedia. Inilah jawaban yang saya dapatkan dari wikipedia,

Work–life balance is a broad concept including proper prioritizing between “work” (career and ambition) on the one hand and “life” (Health, pleasure, leisure, family and spiritual development) on the other.

Cukup singkat dan mengena, saya fikir. Cobalah kita telaah lebih jauh kata-kata tersebut (secara harfiah saja), dimana kita diminta untuk meletakkan pekerjaan (termasuk karir dan ambisi) disalah satu tangan dan kehidupan (kesehatan, kesenangan, hobi, keluarga dan pengembangan spritual) pada tangan yang lain.

Menurut saya, hal diatas dengan jelas menggambarkan bagaimana kita harus mengatur/manage antara karir dan keluarga dengan benar. Jangan sampai kita masih berkutat dengan pekerjaan kantor, ketika kita sudah dirumah. Berilah waktu yang cukup untuk keluarga dan anak-anak kita dengan cukup, agar mereka tidak merasa terpinggirkan oleh kesibukan kita.

Cocok sekali peribahasa yang saya dapatkan dari seorang teman, yang menggambarkan bagaimana kondisi pekerjaan dan keluarga, sbb:

Pekerjaan itu ibarat bola karet dan keluarga itu ibarat bola kaca

Jadi jangan sekali-kali menjatuhkan bola kaca, karena bila jatuh maka akan hancur dan tidak bisa dipulihkan dan tidak akan kembali lagi ke kita. Sedangkan bila bola karet, bila jatuh akan memantul dan dapat kembali lagi ke kita.

Jadi bila suatu saat kita diberikan pilihan apakah mendahulukan pekerjaan atau keluarga, maka pilihlah keluarga. Karena bila kita kehilangan keluarga, maka keluarga kita tersebut tidak akan kembali lagi ke kita. Sedangkan bila kita kehilangan pekerjaan sekarang, maka pekerjaan lain (yang sama atau lebih baik) masih dapat menghampiri kita.

Be wise and love your family🙂

Entry filed under: Tentang Kehidupan. Tags: .

Taman ditengah Rumah Naik lagi? Gak ramah bagi nasabah dong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: