Kelebihan dan Kekurangan

May 6, 2011 at 3:02 pm Leave a comment

Begitu banyak cerita moral dan nasihat yang berseliweran di grup-grup BB ataupun forward-an PM dari perorangan. Banyak yang cukup berkesan memang, tetapi yang paling berkesan adalah yang saya terima pagi ini melalui grup BB lingkungan RT kami (tetangga se-RT aja punya grup BB lho)😀. Isinya kira-kira begini,

Seorg ibu di sebuah negeri Antah brantah memiliki 2 buah tempayan yg digunakan utk mencari air, yg dipikul di pundak dgn menggunakan sebatang bambu. Salah satu dr tempayan itu retak, sedangkan yg satunya tanpa cela & selalu memuat air hingga penuh. Setibanya di rumah stlh menempuh perjalanan panjang dr sungai, air di tempayan yg retak tinggal separuh. Slma 2 thn hal ini berlangsung setiap hr, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan. Tentunya si tempayan yg utuh sgt bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yg retak merasa malu akan kekurangannya & sedih sebab hy bs memenuhi setengah dr kewajibannya. Stlh 2 thn yg dianggapnya sbg kegagalan, akhirnya dia berbicara kpd ibu itu di dekat sungai. “Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yg retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.” Ibu itu tersenyum,
“Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yg kau lalui, namun tidak ada di jalur yg satunya? Aku sdh tahu kekuranganmu, jd aku menabur benih bunga di jalurmu & stp hr dlm perjalanan plg kau menyirami benih-benih itu. Selama 2 thn aku bs memetik bunga-bunga cantik utk menghias meja. Kalau kau tdk spt itu, maka rmh ini tdk seasri seperti ini sebab tdk ada bunga.”

Cerita tersebut sempat membuat saya termenung dan menyadari bahwa saya seringkali menilai seseorang (rekan kerja maupun tetangga ataupun orang lain) secara sepihak dan tanpa pertimbangan yang matang. Seringkali saya melihat dan menilai seseorang dari “fungsi”-nya yang terkait secara langsung atau mendukung saya saja. Saya kurang memperhatikan value/kelebihan dari orang tersebut bila dilihat dari sisi/aspek lain.

Mudah-mudahan dengan cerita itu bisa menyadarkan saya atau setidaknya sedikit mengubah cara pandang saya terhadap oranglain.

Entry filed under: Cerita Pembangun Moral. Tags: .

Disiplin atau tidak disiplin? Tuluskah kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: