Disiplin atau tidak disiplin?

April 13, 2011 at 2:24 pm Leave a comment

Suatu pagi di akhir februari, saya baru saja hendak menaiki tangga distasiun Dukuh Atas, hendak menuju tempat biasa menunggu metro mini untuk pergi kekantor, ada beberapa orang yang berusaha melewati pembatas antara trotoar dan jalan raya. Tepat didepan pintu keluar stasiun sudirman.

Padahal disepanjang jl. Jend. Sudirman disekitar stasiun dukuh atas, sudah dipasangi pembatas dari kawat besi (ada tiga baris kawat besi, dengan jarak antar kawat sekitar 50 CM). Hmmm, saya fikir ini adalah salah satu langkah preventif dan usaha dari dinas perhubungan DKI untuk menertibkan para penumpang KRL yang baru turun dan hendak berganti moda transportasi ke bus/metromini/kopaja atau taxi.

Sebagaimana diketahui bersama, salah satu pemicu kemacetan sekitar stasiun dukuh atas (ruas Jl. Sudirman) adalah didepan stasiun dukuh atas/sudirman, ketika penumpang krl berganti mode transportasi ke bus/metromini/kopaja.

Hmm, saya sendiri dari awalnya agak pesimis dengan usaha tersebut. Karena mengingat tingkat kedisiplinan masyarakat kita yang belum baik. Eh, benar saja, ternyata baru beberapa hari saja, sudah banyak orang yang berusaha menerobos pembatas tersebut, dengan dibantu oleh timer atau kondektur dari kopaja/metromini.

Tampaknya petugas Dishub juga tidak kehilangan akal, besoknya kawat-kawat besi tersebut dilumuri oleh oli. Sehingga bila terpegang/tersentuh tangan atau baju, akan mengotori badan/baju kita. Tetapi tampaknya ini juga kurang berhasil, karena ada beberapa oknum, yang saya yakin adalah timer/kondektur bus, yang membersihkan oli-oli tersebut. Sehingga mereka masih dapat membantu para penumpang yang “malas” untuk jalan agak jauh untuk menaiki bus/metromini. Bahkan sekitar bulan maret, salah satu kawat dibeberapa bagian sudah hilang/dipotong. Sehingga semakin mudah bagi orang-orang yang malas jalan, untuk langsung naik kopaja/metromini didepan pintu keluar stasiun Dukuh Atas.

Tampaknya hal ini sudah disadari oleh petugas dishub DKI, dan mulai awal April ini, tampak hampir tiap hari disaat jadual krl tiba di stasiun Sudirman, ada mobil patroli dishub yang dilengkapi dengan pengeras suara untuk mengingatkan para penumpang krl yang baru turun untuk menunggu dan naik bus/metromini/kopaja atau taxi dihalte yang disediakan (Land Mark atau Indocement).

Tampaknya langkah tersebut kurang berhasil, karena masih saja para penumpang dan bus ngetem dipinggir jalan sebelum halte yang dimaksud. Wah, emang kalo udah dasarnya nggak disiplin, dikasih tindakan apa saja nggak mempan. Kira-kira kapan ya warga negara kita bisa lebih disiplin?

Entry filed under: Pelayanan Masyarakat. Tags: .

Mengubah (meng-convert) file dari .pdf ke xls (excel) Kelebihan dan Kekurangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: