Joki, naik kuda, naik mobil atau ikut ngerjain soal ujian ya?

February 3, 2011 at 1:12 pm Leave a comment

Joki, satu kata multi tafsir. Tergantung dari konteks pembicaraan yang digunakan. Secara umum, joki adalah penunggang kuda dan inilah arti sesungguhnya dari joki. Tetapi kita sering menganalogikan kata joki tersebut dengan hal-hal lain. Beberapa diantaranya adalah sbb:

1. Joki 3 in 1,
Bagi pengguna mobil jabodetabek yang sering lewat dijalan Sudirman, Thamrin maupun Gatot Soebroto (Jakarta), tentulah tidak asing dengan kata-kata joki 3 in 1. Yang dimaksud dengan joki 3 ini 1 adalah orang-orang yang menawarkan jasanya untuk ikut naik mobil/menemani pengguna mobil, agar jumlah orang yang ada dalam mobil menjadi 3 orang atau lebih. Hal ini dikarenakan pada jam-jam tertentu (pagi: pukul 7 – 10, sore: pukul 16.30 – 19) hari kerja, pada ruas jalan-jalan tersebut diberlakukan aturan bahwa kendaraan pribadi roda 4 (mobil) yang melewatinya harus berisi minimal 3 orang penumpang.

Nah, bagi pengendara mobil yang hanya sendiri atau 2 orang, maka mereka harus menambahkan 1 atau 2 orang penumpang tambahan lagi agar jumlahnya 3 orang. Para joki sendiri biasanya menunggu dan menawarkan jasanya disekitar atau ruas jalan-jalan yang menuju jalur yang terkena peraturan 3 in 1 tersebut. Mengenai tarif, biasanya per orang joki mematok tarif 10 ribu rupiah.

2. Joki penunggang kuda,
Inilah arti dari kata joki yang sebenarnya, yaitu penunggang kuda balap. Biasanya para joki ini berlomba memacu kudanya pada lintasan balapan/pacuan kuda. Pacuan kuda sendiri biasanya dijadikan ajang taruhan/judi bagi para pecandu judi.

3. Joki ujian UMPTN,
Nah, joki inilah yang paling merugikan menurut saya. Joki ujian UMPTN biasanya adalah mahasiswa yang sudah berpengalaman (lulus UMPTN), dan menerapkan tarif tertentu (biasanya cukup mahal) untuk meluluskan orang yang membayarnya. Biasanya dengan cara menggantikan orang yang membayarnya tersebut dalam ujian UMPTN tersebut. Kasus joki UMPTN ini biasanya terjadi tiap tahun. Pihak universitas dan departemen pendidikan sudah melakukan berbagai upaya untuk mempersembit ruang gerak para joki tersebut, tetapi mereka tetap saja selalu berimprovisasi dan menemukan jalan untuk mengelabui para petugas pemeriksa.

Kira-kira ada joki apa lagi ya?

Entry filed under: Miscaleous. Tags: .

AHA, cara baru berinternet ria Aneka Batik Nusantara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: