Mahasiswa sebagai manusia dewasa, setuju?

October 5, 2010 at 7:21 am Leave a comment

Suatu siang di akhir september 2010, secara tidak sengaja saya buka facebook dan melihat tulisan dari salah satu dosen saya sewaktu kuliah (sekarang ini ia menjabat ketua jurusan), tentang perilaku mahasiswa dijurusannya. Memang tulisan tersebut agak mengarah ke curahan hati beliau, mengenai beberapa kendala yang terjadi terhadap mahasiswa tersebut. Terutama mengenai sikap beberapa mahasiswa yang beliau anggap kurang dewasa, sehingga akhirnya sang mahasiswa mendapatkan kesulitan dalam menyelesaikan kuliahnya.

Hmmm, saat itu saya merenung agak lama menelaah apa yang beliau sampaikan. Sayapun menyadari, bahwa memang cara belajar dibangku kuliah sangat berbeda dengan SMU. Dimana saat SMU dan sekolah-sekolah dibawahnya, kita sudah diatur sedemikian rupa, untuk mengikuti jadual yang ditetapkan oleh sekolah. Misalnya saat kita dikelas X, kita diberikan jadual pelajaran per hari selama seminggu, tanpa dapat menawar (maksudnya kita tidak bisa memilih mengambil pelajaran apa saja dalam semester ini). Kemudian bila kita tidak masuk sekolah, tanpa ada izin dari orangtua atau dokter, pihak sekolah bisa langsung menghubungi orang tua kita, menanyakan kenapa tidak bersekolah hari itu.

Hal-hal diatas niscaya jarang kita temui dibangku kuliah, karena kita sudah diberi kelonggaran untuk menentukan cara berkuliah kita. Kita bisa saja bersantai-santai dalam kuliah, tetapi tentu saja konsekuensinya kuliah kita nggak kelar-kelar. Hal inilah yang membedakan jenjang pendidikan ini dengan pendidikan sebelumnya, para mahasiswa dituntut untuk lebih bertanggungjawab terhadap dirinya, serta orangtua yang sudah membiayai kuliahnya.

Menurut saya sendiri, kedewasaan seorang mahasiswa tidak hanya ditentukan saat ia berkuliah, tetapi juga banyak dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, lingkungan serta rekan-rekannya. Seorang mahasiswa yang memiliki tingkat ekonomi yang kurang mampu, biasanya terpacu untuk menyelesaikan kuliahnya dengan segera dan menjadi dewasa. Karena ia harus mengatur dengan sebaik-baiknya waktu dan dana yang ia miliki, agar kuliahnya tidak terlantar. Berbeda halnya dengan mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi kuat. Bila ia tidak terdidik dengan baik oleh keluarganya, ia akan cenderung terlena oleh kebebasan yang dijalani saat berkuliah. Apalagi bila ia salah bergaul dengan teman-teman yang tidak serius dalam berkuliah dan suka berfoya-foya, niscaya kuliahnya akan terbengkalai.

Jadi menurut saya, masa perkuliahan merupakan masa transisi dari seseorang untuk menjadi dewasa & mengarungi kehidupan sebagai manusia yang mandiri.

Entry filed under: Tentang Kehidupan. Tags: .

Kawat nyamuk sebagai pelindung rumah Kehidupan dan Roda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: