Kawat nyamuk sebagai pelindung rumah

September 29, 2010 at 3:59 am Leave a comment

Nguung… Nguung… Nguung… kita pasti sudah cukup familiar dengan bunyi itu. Ya, nyamuk merupakan salah satu hewan yang menyebalkan, karena selain menganggu kenyamanan kita, nyamuk juga merupakan hewan vektor (penyebar) beberapa macam penyakit seperti malaria, demam berdarah maupun kaki gajah.

Banyak cara kita gunakan untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi gangguan dari nyamuk tersebut. Ada yang menggunakan raket nyamuk, insektisida (semprotan nyamuk), tanaman pengusir nyamuk maupun menggunakan kawat nyamuk yang dipasang dilubang udara.

Saya sendiri awalnya menggunakan raket nyamuk untuk menghalau & membunuh gerombolan nyamuk yang sering menganggu kami sekeluarga. Lama kelamaan kami rasa raket nyamuk bukanlah solusi yang efektif, karena tidak mungkin kita selalu mengusir dan memburu nyamuk dengan raket nyamuk. Khan kita mesti tidur yang cukup dimalam hari.

Akhirnya kami putuskan untuk memasang kawat nyamuk dilubang udara yang ada dirumah kami. Jumlahnya cukup banyak, sekitar 45 lubang. Karena rumah saya sudah direnovasi (diluaskan), maka ada 2 bentuk lubang udara, yang satu lonjong (bagian rumah lama bawaan developer) dan yang satunya berbentuk bujur sangkar (bagian rumah yang baru dibangun). Awalnya saya menghubungi bengkel langganan saya saat ini (berdomisili di Kelapa dua), tempat saya memesan teralis besi untuk ruang terbuka & pagar rumah kami. Tetapi harga yang ditawarkan cukup tinggi, yaitu sekitar 35 ribu per lubang. Karena kawat nyamuk yang dipasang berupa frame yang dapat dicopot dari lubang udara bila ingin dibersihkan. Wah, lumayan juga biayanya pikir saya, bisa-bisa lebih dari 1 juta biayanya.

Teringat dengan salah satu bengkel langganan saya yang lama (berdomisili di Sawangan) dan memintanya datang untuk mengukur dan membuat kawat nyamuk yang lebih murah. Akhirnya kami menyepakati bahwa kawat nyamuk yang dipasang menggunakan kawat nyamuk dengan frame yang permanen (dipaku didinding atau dipaku dikayunya).

Dibawah ini adalah gambar kawat nyamuk tipe lonjong yang sudah terpasang,

Ini gambar kawat nyamuk tipe bujur sangkar (kotak) tampak dalam,

Sedangkan ini gambar kawat nyamuk tipe bujur sangkar (kotak) tampak luar,

Khusus untuk lubang angin dengan bentuk bujur sangkar (kotak), saya menggunakan bahan kayu untuk membentuknya. Sehingga frame kawat nyamuk dipaku/ditempelkan ke kayu. Sedangkan untuk lubang angin dengan bentuk lonjong, kawat nyamuknya dipaku ke dinding disekitarnya.

Alhamdulillah it’s work. Jumlah nyamuk yang beredar dirumah kami, terutama waktu malam hari, sudah jauh berkurang. Sehingga tidur kami bisa lebih nyenyak.

Entry filed under: Kesehatan, Tentang Rumah. Tags: .

Asisten Rumah Tangga Mahasiswa sebagai manusia dewasa, setuju?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: