Gas Elpiji, petaka atau kemudahan? Tips untuk menghindari kecelakaan karena kebocoran tabung elpiji

September 20, 2010 at 8:25 am 4 comments

Sore itu, kurang lebih selepas shalat magrib, saya berusaha memasang regulator kompor gas saya ke tabung gas elpiji 12 KG didapur rumah saya. Saat itu memang kondisi regulator sedang tidak terpasang ditabung gas, karena saya baru pulang mudik lebaran selama 2 minggu.

Awalnya, begitu saya pasang regulator ke kepala tabung gas, terdengar suara berdesis, yang artinya ada kebocoran/regulator belum terpasang secara sempurna. Kemudian regulator saya copot dan saya pasang kembali ke kepala tabung gas. Tetapi ternyata bunyi mendesis masih terdengar. Sehingga saya copot kembali regulatornya.

Alangkah kagetnya saya, ketika regulator sudah tidak lagi terhubung ke tabung gas, suara mendesis masih terdengar. Artinya masih ada gas yang merembes keluar dari tabung gas tersebut. Sejujurnya, saya cukup panik saat itu, sehingga saya coba memanggil mertua dan istri saya. Akhirnya kami mematikan listri (saklar utama) dan membawa tabung tersebut keruang terbuka. Kebetulan dapur saya berbatasan langsung dengan ruang terbuka dibagian belakang rumah kami. Setelah itu, kami bawa anak kami, beserta mertua dan istri untuk menaiki mobil dan keluar rumah. Beruntungnya, jarak dari dapur ke halaman depan kami cukup jauh, hampir 20 M. Sehingga kami tidak terlalu khawatir rembesan gas bisa sampai ke bagian depan rumah kami. Oya, saat itu memang sedikit tercium bau gas, tetapi bau gasnya kurang terasa. Jadi awalnya saya sempat ragu, apakah memang gas ditabung tersebut bocor atau tidak. Seharusnya bau gasnya lebih kuat.

Karena saya bukanlah orang yang mengerti benar mengenai tabung gas elpiji, maka saya menelpon toko langganan saya membeli gas elpiji. Alhamduillah, pemilik toko tersebut sedang berada tidak jauh dari rumah saya. Dalam waktu beberapa menit, beliau sudah sampai dirumah saya.

Setelah mengecek tabung, beliau menginformasikan bahwa tabung tersebut tampaknya memiliki permasalahan dipenutupnya (karena mekanisme pengamanan kepala tabung mirip dengan pentil ban mobil/motor). Begitu regulator ditekan ke kepala tabung gas, maka pentil akan terbuka, sehingga gas dapat mengalir dari tabung, melalui regulator ke kompor gas. Sedangkan bila regulator dicabut dari kepala tabung gas, maka pentil akan menutup jalan keluar gas dari tabung. Sehingga gas tidak akan keluar dari tabung. Untuk kasus saya, tampaknya pentil dari tabung gas tersebut tidak menutup sempurna (mungkin cacat produksi).

Akhirnya, saya minta ke toko langganan saya tersebut untuk mengganti tabung tersebut & sekalian membeli gas baru.

Berdasarkan pengalaman saya itulah, menurut saya ada hal-hal yang perlu diperhatikan bila kita menggunakan gas elpiji untuk memasak, sbb:

1. Jangan takut menggunakan elpiji untuk memasak. Bila kita hati-hati, Insya Allah tidak akan kecelakaan yang fatal.
2. Berhati-hati dalam memasangkan regulator ke kepala tabung gas elpiji, pastikan sudah terpasang dengan benar dan tidak ada bunyi mendesis atau bau khas gas elpiji. Bila ada bau khas gas elpiji (menyengat) atau bunyi mendesis, maka segera copot regulator dan perbaiki posisinya.
3. Disarankan menggunakan alat pengaman tambahan untuk kepala regulator yang tersambung ke kepala tabung gas elpiji (membantu memastikan regulator menekan tabung gas elpiji dengan erat), sehingga mengurangi kemungkinan kebocoran gas.
4. Bila dirasa kita tidak bisa menangani permasalahan tabung gas elpiji ini, segeralah minta tolong orang yang lebih memiliki kemampuan, misalnya penjual gas elpiji langganan kita.
5. Jangan sekali-kali menyalakan api atau listrik, bila kita menyadari ada kebocoran gas elpiji.
6. Segeralah membawa tabung gas elpiji keruang terbuka, bila ada indikasi kebocoran gas elpiji.

Daripada kita menggunakan minyak tanah yang semakin sulit didapat & semakin mahal harganya, tidak ada salahnya kita menggunakan gas elpiji yang lebih bersih dan murah. Tetapi jangan lupa berhati-hati dalam menggunakannya ya.

Entry filed under: Pelayanan Masyarakat. Tags: .

Perbaikan Pelayanan untuk KRL Jabodetabek Apakah menyelamatkan mayoritas selalu pilihan yang terbaik?

4 Comments Add your own

  • 1. gyannara  |  September 21, 2010 at 10:04 am

    Wah bahaya juga ya, penutup tabung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. thank infonya gan

    Reply
    • 2. depokmania  |  September 22, 2010 at 2:27 am

      Yoi, itu pengalaman saya yang cukup menegangkan😀. Mungkin karena ada cacat produksi tabung gas elpiji pertamina, sehingga kurang baik sistem penutup tabungnya. Lg bingung mau ngadu kemana, agar pihak pertamina bisa terupdate dan mereka bisa melakukan langkah-langkah antisipasi kedepannya.

      Reply
  • 3. anabelle  |  August 26, 2011 at 5:03 am

    nice artikel,.
    sbaiknya diadakan juga penyuluhan untuk warga kecil untuk bgmna mgnakan elpiji ini dengan baik dan benar,.🙂

    Reply
    • 4. depokmania  |  August 26, 2011 at 11:03 pm

      Semoga pihak pertamina dan pemerintah mendengarkan aspirasi Anda🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: