Perbaikan Pelayanan untuk KRL Jabodetabek

September 3, 2010 at 6:46 am Leave a comment

Suatu pagi dipertengahan bulan Agustus 2010, saya naik KRL depok-tanah abang dengan jadual biasa. Tampaknya ada sesuatu yang agak berbeda pagi ini, dibandingkan hari-hari sebelum ini, yaitu ada cukup petugas keamaanan yang hilir mudik diperon-peron stasiun Depok lama. Tiba-tiba saya teringat berita yang saya lihat di TV sebelum ini, bahwa hari ini rencananya akan ada 4 orang menteri hadir dalam peluncuran gerbong khusus wanita untuk KRL Jabodetabek.

Secara singkatnya, ada 2 terobosan yang dilakukan oleh pengelola KRL Jabodetabek, sbb:

1. Gerbong khusus wanita,
Sebagai permulaan, untuk setiap KRL express Jakarta – Bogor, gerbong depan & belakang (gerbong 1 dan gerbong 8), dijadikan gerbong khusus wanita. Sehingga kaum lelaki tidak diperkenankan untuk memasuki gerbong tersebut.
Mmmhhh, sebuah terbosan yang cukup baik dalam melindungi kaum wanita dari pelecehan seksual, bila gerbong dalam keadaan padat.

Nantinya KRL ekonomi AC dan jurusan lain, misalnya Jakarta – Bekasi, Jakarta – Serpong dan Jakarta – Tangerang akan juga diberlakukan hal yang sama (gerbong khusus wanita).

Menurut saya, akan lebih baik lagi bila di KRL ekonomi hal serupa dapat dilaksanakan. Karena kepadatan KRL ekonomi biasanya lebih parah dibandingkan express atau ekonomi AC. Sehingga sebenarnya potensi terbesar terjadinya pelecehan seksual di KRL (seperti halnya beberapa kasus yang menghebohkan di Transjakarta/busway) adalah pada KRL ekonomi.

2. Adanya himbauan digerbong untuk tidak melakukan kebiasaan yang berpotensi menganggu orang lain disekitarnya,
Nah, ini merupakan salah satu langkah preventive dari pengelola KRL untuk menghimbau para penumpang tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan yang berpotensi menganggu kenyamanan didalam gerbong. Misalnya makan minum, ngamen, membawa hewan peliharaan, duduk dikursi lipat/lantai, dll.

Terutama untuk kebiasaan duduk dikursi lipat/lantai, tampaknya masih sulit untuk ditinggalkan oleh para penumpang KRL. Saya perhatikan, hampir setiap naik KRL pasti ada saja penumpang yang duduk dikursi lipat/lantai. Hal ini tentu saja cukup menganggu penumpang lain, apalagi bila KRL sedang ramai penumpangnya.

Mudah-mudahan mereka segera sadar, bahwa kebiasaan mereka selama ini kurang baik.

Saya pribadi cukup mengapresiasi langkah dari pengelola KRL kali ini. Mudah-mudahan dapat lebih baik kedepannya. Menurut saya, ada 2 hal lagi yang harus segera dibenahi oleh pengelola KRL, yaitu:

1. Ketepatan jadual KRL (jangan ngaret)
2. Penambahan jumlah armada KRL, karena armada yang tersedia sekarang sudah tidak mencukupi untuk melayani para pengguna jasa KRL. Nih akibatnya (foto yang saya ambil distasiun depok lama, pada sebuah KRL ekonomi Bogor – Jakarta),

Entry filed under: Pelayanan Masyarakat. Tags: .

Mudik-mudik Gas Elpiji, petaka atau kemudahan? Tips untuk menghindari kecelakaan karena kebocoran tabung elpiji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: