Siapakah pejuang yang sebenarnya?

August 25, 2010 at 6:26 am Leave a comment

Suatu pagi distasiun depok lama, dibulan Agustus 2010, saya terkejut saat melihat ada seseorang sedang merintih kesakitan ditandu oleh 2 orang petugas Pengamanan Kereta Api. Kaki orang tersebut tampaknya terluka agak parah dan orang-orang bertanya, kenapa ya?

Ternyata orang tersebut terluka kakinya karena terkena peron dijalur 4 (arah bogor) distasiun Depok Lama. Wah, kasian sekali, kata saya dalam hati. Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi terhadap orang tadi. Mudah-mudahan petuas pengamanan kereta api mau berbaik hati dan membawa orang tersebut ke instalasi medis terdekat (setidaknya puskesmas).

Saya berkeyakinan bahwa orang tersebut adalah penumpang kereta ekonomi yang berada dipintu. Mungkin saja ia tidak sadar saat memasuki stasiun depok lama, kakinya masih berada diluar gerbong. Malangnya nasib orang tersebut, mudah-mudahan ia segera sembuh.

Itulah salah satu perjuangan saudara kita yang kurang beruntung dalam bertahan hidup. Saya yakin, bukan karena keinginannya ia naik kereta ekonomi & berada diposisi yang membahayakan dirinya maupun orang lain (bergantung dipintu gerbong atau naik diatas gerbong). Tetapi karena memang ia cuma punya uang untuk membeli tiket KRL ekonomi.

Cobalah kita bayangkan, begitu banyak saudara-saudara kita yang berjuang dengan begitu beratnya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarganya sehari-hari. Pergi subuh menggunakan kereta ekonomi yang sangat padat dan pulang larut malam menggunakan kereta yang serupa keadaannya. Karena penghasilan yang tidak terlalu besar, maka akan sangat memberatkan bila mereka menggunakan alat transportasi yang lebih mahal, misalnya kereta ekonomi AC atau bus kota.

Saya rasa kita tidak bisa melihat mereka dengan sebelah mata. Mereka merupakan pejuang yang gigih, setidaknya bagi keluarga mereka. Jadi, apakah menurut Anda mereka bukan pejuang? Jangan samakan mereka dengan para pejuang kemerdekaan yang mengangkat senjata melawan penjajah Jepang & Belanda. Karena zamannya sudah berbeda.

Jadi, bisakah kita menjadi pahlawan juga? Jawabannya bisa sekali. Bekerjalah dan rawatlah keluarga anda (istri & anak) dengan baik. Niscaya anda akan menjadi pahlawan bagi mereka. Amin….

Entry filed under: Cerita Pembangun Moral. Tags: .

Tolong hargailah waktu kami …. Apakah benar rumput dihalaman tetangga selalu lebih hijau dari rumput dihalaman kita sendiri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: