Masihkan budaya antri ada dinegeri kita?

August 10, 2010 at 9:27 am 2 comments

Antri… antri… antri, celoteh bebek-bebek yang berbaris membantuk antrian saat melewati jembatan. Itulah salah satu iklan layanan masyarakat tahun 1990-an yang masih saya ingat sampai sekarang. Bebek saja bisa antri, masa manusia nggak😀.

Iklan layanan masyarakat sejenis ini sudah tidak pernah saya temukan lagi belakangan ini, padahal pesan moral yang disampaikan sangat banyak manfaatnya untuk memperbaiki tingkah laku & sikap dari masyarakat kita. Bila semua pengguna jalan tertib dan antri, pastilah antrian kendaraan dan kemacetan tidak separah sekarang.

Ada 3 cerita terkait budaya antri yang masih terus saya ingat sampai saat ini,

1. Tahun 1999, saat itu pertama kali saya menjalani kehidupan yang jauh dari rumah. Karena saya mulai kost & kuliah di jogja saat itu. Menjelang idul fitri, saya dan rekan-rekan satu daerah menyewa 1 bus untuk pulang kampung bareng. Jalanan yang begitu macet, saat kami berada daerah cirebon, dijalur pantura. Kemacetan dipicu banyak hal, yaitu pasar tumpah/dadakan, tingkah laku bus yang saling serobot & mengambil jalur orang serta perbaikan jalan & jembatan sempit. Saat itu, saking parahnya macet, dari shubuh sampai sore hari, tampaknya kami hanya mampu jalan beberapa puluh kilometer. Wah, sangat melelahkan, apalagi udara sangat panas & kami semua sedang berpuasa. Tampaknya AC bus tidak banyak pengaruhnya.
Akibat suasana yang sangat tidak bersahabat, ada beberapa orang yang tidak kuat & membatalkan puasa mereka. Sayang sekali…..
Andaikan para pengemudi bus saat itu tidak main serobot & bersedia antri, pastilah kemacetan tidak akan separah itu.

2. Tahun 2003, distasiun Tugu, Jogjakarta. Saat itu saya sedang antri untuk membeli tiket ke Jakarta bersama dengan orang-orang lain yang mempunyai tujuan yang sama (membeli tiket kereta). Tiba-tiba ada orang yang nyelonong langsung ke loket dan membeli tiket, tanpa antri. Hah, saya terkesima melihat orang itu. Apakah dia tidak punya hati, sehingga mengabaikan orang sekitarnya yang antri?????

3. Tahun 2010, distasiun KRL Dukuh Atas (Sudirman), Jakarta. Sore hari yang sangat ramai, ketika begitu banyak orang yang antri tiket KRL untuk pulang kerumah, selepas bekerja seharian. Saya putuskan untuk ikut antri disalah satu loket, dengan antrian yang sangat panjang. Tiba-tiba ada seorang pria & wanita yang mencoba menyela antrian kami, dan ibu didepan saya pun berkata “pak, antri kebelakang dong. Kita semua disini antri”. Sang pria dan wanita berkata, “maaf kami buru-buru”. Karena saya juga mulai sebal, akhirnya saya timpali “kami semua antri dari belakang tadi”. Akhirnya kedua orang tersebut mundur dan ikut antrian. Eh, didepan loket, ada orang yang minta tolong untuk dibelikan tiket KRL express ke Bogor. Tentu saja saya tolak dan minta dia ikutan antri kebelakang.

Mmmmhhh …. sebegitu tidak sabar kah masyarakat kita? Masa kalah sama bebek. Bebek saja mau antri lho ….🙂

Entry filed under: Cerita Pembangun Moral. Tags: .

Tambahan tambulampot lagi untuk rumah kami Welcome to “Ramadhan”

2 Comments Add your own

  • 1. Tri Drian  |  August 11, 2010 at 2:23 am

    Dari 11 tahun hanya ada 3 peristiwa yang ente ingat.. Berarti sedikit dunk yang melanggar budaya antri…

    Reply
    • 2. depokmania  |  August 11, 2010 at 6:04 am

      Itu khan contoh saja bung drian. Kl semua kisah diceritakan, nggak akan cukup 1 halaman tulisan😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: