Tips Memilih Furniture Jati (Klender atau S**** Galeri)

June 22, 2010 at 7:18 am 15 comments

Furniture, seperti lemari, kursi tamu, tempat rias, dipan dan lain-lain, merupakan kebutuhan yang cukup penting dalam berkeluarga, setidaknya bagi keluarga kami. Coba bayangkan bila ada rekan atau tetangga yang bertamu, tetapi kita belum memiliki kursi tamu untuk menjamu mereka, khan kurang nyaman rasanya. Memang furniture bukanlah kebutuhan primer, seperti makan, pakaian atau tempat tinggal. Tetapi apabila keluarga kita yang memiliki kemampuan, tidak ada salahnya melengkapi rumah kita dengan furniture yang memadai.

Berdasarkan hal itulah, saya mulai mempertimbangkan untuk melengkapi rumah kami dengan beberapa furniture seperti lemari baju, dipan/ranjang serta kursi tamu. Karena saya & keluarga merupakan orang yang baru dalam hal furniture, maka kami membeli barang-barang tersebut ditempat yang berbeda-beda. Untuk dipan, saya membeli disalah satu toko mebel di dekat pasar Depok lama. Sedangkan lemari pakaian, saya membelinya disebuah toko mebel di kawasan klender. Dan yang terakhir adalah kursi tamu, saya membelinya disalah satu cabang S**** Galeri di ITC Depok (nama sengaja saya samarkan, supaya tidak memberikan kesan tendensius). Semua barang-barang tersebut berbahan kayu jati, karena saya menginginkan barang yang awet & tahan lama. Ketiga barang tersebut dilengkapi dengan ukiran Jepara, jadi kita menyebutnya Jati Jepara.

Nah, karena saya membeli ketiga barang tersebut ditempat yang berbeda-beda, maka saya juga mendapatkan kesan yang berbeda-beda pula pada masing-masing barang, yaitu sbb:

1. Dipan,
Saya membeli dipan model anggur yang terbuat dari Jati, dengan harga yang cukup mahal (menurut saya saat itu). Saat membeli dipan, sang pemilik toko menginformasikan bahwa nanti dia akan mengganti kayu yang akan menjadi alas/penopang kasur dengan kayu biasa, bukan jati. Alasannya karena kayu jati yang menjadi paket dari dipan terlalu tipis. Saat itu saya setuju saja.
Ternyata hal itu menjadi kesalahan dikemudian hari. Karena kayu biasa tersebut (bukan yang jati) dimakan rayap. Wah, saya kebingungan saat itu. Akhirnya saya belikan obat anti rayap & saya olesi kayu-kayu tersebut. Alhamdulillah permasalahan rayap akhirnya dapat diatasi.
Secara umum kualitas dipan yang saya beli cukup baik dan kuat. Jadi saya cukup puas, hanya saja sebagian kayu penopang kasur yang bukan jati, yang agak mengecewakan. Seharusnya saya mengantisipasi hal ini, dengan meminta sang penjual memberikan obat anti rayap untuk kayu-kayu yang bukan jati tersebut, sebelum diantarkan ke rumah saya.

2. Lemari Pakaian,
Saya membeli salah satu lemari pakaian 3 pintu disalah satu toko furniture didaerah klender (Jl. Pahlawan Revolusi). Karena saya mendengar bahwa disanalah (klender) pusat furniture jati dengan harga yang cukup miring.
Ternyata hal tersebut terbukti, karena saya berhasil mendapatkan lemari jati jepara pintu 3 dengan harga kurang dari Rp 3 juta, meskipun dengan ukiran yang sedikit. Awalnya saya cukup senang karena berhasil membeli lemari yang cukup besar (jati jepara) dengan harga yang cukup miring.
Tetapi setelah lemari tersebut diantarkan ke rumah, ternyata hasilnya agak berbeda dari harapan saya. Kayunya tidak begitu baik & agak tipis. Sehingga bobot lemarinya juga tidak berat. Komentar yang sama muncul dari tukang saya, yang kebetulan sedang mengerjakan renovasi rumah saya. Begitu juga istri saya mengatakan bahwa kualitas lemari tersebut kurang baik.
Akhirnya saya mengambil kesimpulan, mungkin inilah konsekuensi yang saya dapatkan karena mengejar harga yang murah. Jadi kualitas barang yang didapatkan tidak terlalu baik.

3. Kursi Tamu,
Bercermin dari pengalaman sebelum ini, pembelian lemari pakaian, maka saya & istri memutuskan untuk membeli kursi tamu ditempat yang lebih bisa dipercaya kualitasnya. Tentu saja dengan konsekuensi harga yang lebih tinggi daripada toko-toko furniture di Klender.
Akhirnya saya & istri pergi ke salah satu counter S**** Galeri, yang letaknya di ITC Depok. Disana kami melihat-lihat katalog kursi tamu dan akhirnya kami memilih salah satu model yang paling cocok dengan kami. Dan memang harganya cukup tinggi (setidaknya bagi kami), hampir 2x dari harga lemari pakaian kami.
Setelah menunggu 3 minggu, alhamdulillah kursi tamu dikirimkan ke rumah. Dan sesuai dengan harapan kami, kami mendapatkan kursi tamu yang sangat baik kualitasnya.

Berdasarkan pengalaman saya diatas, setidaknya hal-hal dibawah ini bisa dijadikan pembelajaran bagi kita:
1. Biasanya harga tidak bohong, karena untuk mendapatkan kualitas barang yang baik, biasanya diperlukan pengorbanan yang lebih juga dari kita. Yaitu membayar lebih mahal.
2. Telitilah & berfikirlah secara matang sebelum menentukan sesuatu. Hal ini masih saya ingat sebagai pembelajaran, ketika saya menyetujui untuk menggunakan kayu non-jati sebagai alas dari kasur, pada dipan saya.
3. Jangan terlalu percaya dengan apa yang informasi dari kebanyakan orang. Karena memang menurut sebagian orang klender merupakan pusat furniture jati, tetapi tidak semua tempat disana menyediakan barang dengan kualitas baik. Kita harus pandai-pandai memilih barang yang baik.
4. Belanjalah sesuai dengan kebutuhan/kemampuan yang dimiliki. Janganlah kita terlalu memaksakan diri untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan. Prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan utama/primer.

Entry filed under: Tentang Rumah. Tags: .

Pemberian Horden dan Vitrage pada Rumah Tip & Trik memindahkan phone book dari Ponsel Sony Ericcson M600i ke Blackberry Curve (Gemini) 8520

15 Comments Add your own

  • 1. andry  |  August 16, 2010 at 5:01 am

    permisi numpang nanya…
    itu nama toko yang di ITC Depok nya ap ya?
    kalau nananya memang ingin disamarkan, dikirim ke email saja

    saya sedang mencari2 ranjang susun dari jati dengan kualitas yang bagus..

    saya sudah melihat-lihat di klender dan memang kualitas jati di sana kurang bagus (sesuai dengan harganya juga).

    terima kasih

    Reply
    • 2. depokmania  |  August 16, 2010 at 8:06 am

      Iya benar, nama tokonya SUSAN GALLERY.

      Selain di ITC, dia punya toko yang lebih besar dan lebih lengkap contoh furniturenya di Jl. Kartini (disalah satu Ruko, sebelah kanan jalan dari arah Margonda).

      Barangnya bagus kualitasnya pak, sudah saya buktikan. Harganya juga agak diatas rata-rata, tetapi masih bisa sedikit ditawar kok.

      Reply
  • 3. daru  |  October 12, 2010 at 6:35 am

    yupz………….minggu kemarin sy juga mengunjungi Susan Gallery yg di Jl. Kartini – Depok. hmm…tnyt produk2 furniture disana produknya emg bagus…finishingnya jg rapi. kmrn sy beli 1 set meja makan 4 kursi…yah hrgnya menurut saya relatif koq tp kualitasnya bgs. skrg sy tinggal nunggu barangnya dikrm ke rmh..mdh2an kualitasnya sebgs sampel yg dipajang pd display:)

    Reply
    • 4. depokmania  |  October 12, 2010 at 6:38 am

      Iya, mudah2an segera sampai dan sesuai dengan harapan. Pengalaman saya, barang yang dikirim sama kok kualitasnya dengan barang yang dipajang.

      Reply
  • 5. hahaheheh  |  May 30, 2011 at 2:20 am

    Mas…saya punya pengalaman membeli mebel jati jepara (kursi tamu), di kota depok kwalitas terjamin (jati jepara asli dan sangat berat) harganya 4,5 juta, dan ditoko tempat saya membeli mebel tersebut orangnya baik sehingga kita bisa tukar2 barang yg sudah kita beli sampai berkali-kali (tukar model) tanpa dipungut biaya sepeserpun…Alhamdullilah…

    Reply
    • 6. depokmania  |  May 30, 2011 at 3:13 am

      Mas, boleh juga tuh. Dimana tokonya ya?

      Reply
  • 7. zulkarnain  |  February 21, 2012 at 11:25 am

    🙂 alhamdulillahirabbil alamin, sy sales susan gallery cab. sawangan bangga mendapat apresiasi terhadap barang produk kami melalui blog ini, trims to owner blog
    Kalau ada yang tinggal di kawasan sawangan depok bolehlah singgah di toko kami Susan Gallery cab. sawangan lewat simp pengasinan arah parung sebelah Pegadaian

    Reply
    • 8. depokmania  |  October 31, 2012 at 6:49 am

      OK, mudah-mudahan kalo ada kesempatan nanti saya mampir.

      Reply
  • 9. mebel jepara  |  February 22, 2012 at 8:44 am

    setuju sekali atas reviewnya semoga tidak menjatuhkan kami-kami ini yang memeang menjual jati jepara kualitas baik, tentu dengan harga yang pantas, murah tapi tidak murahan..

    Reply
    • 10. depokmania  |  October 31, 2012 at 6:48 am

      Insya Allah bila barang kita memang bagus, pasti akan laku. Oya, saya juga membeli beberapa perabot/furniture dari toko/galeri lain (selain Susan Galeri). Dan hasilnya cukup OK (meskipun tidak sebaik kualitas Susan Galeri), dan harganya cukup bersahabat.

      Reply
  • 11. penggemar jati  |  July 2, 2012 at 2:51 am

    Saya juga punya pengalaman ttg jati. Kira-kira 95% furniture saya berbahan dari kayu jati, karna dari orangtua saya emang penggemar jati. Sebagian besar furniture itu sudah berumur lebih dari 30 tahun dgn kondisi masih sangat baik walau sudah berkali-kali terendam banjir. Yang saya sukai dari furniture tua itu karna modelnya yang minimalis (tanpa ukiran) dan menggunakan papan kayu yang utuh tanpa sambungan pada tiap sisinya.
    Tentang susan galery saya sudah tidak meragukan, saya termasuk membernya karna sudah 5 furniture yang saya beli disana dan saya sangat puas dengan kualitasnya (walau masih kalah kualitasnya jika dibanding dengan furniture tua saya). Sebelum membeli furniture disana, sayapun sudah “berkeliling” daerah klender, Lebak bulus, dll namun kurang cocok dengan kualitasnya. Yang saya kurang suka adalah finishingnya yang menggunakan pelitur basis propane. Saya lebih menyukai finishing plitur berbasis spritus karna lebih tahan panas dan air. Pemiliknya pun ternyata pimpinan majelis pengajian darul qohar yang cukup terkenal. Saya ketahui saat saya berkunjung ke pusatnya di daerah Tapos sekedar ingin melihat proses pengerjaan furniture yang saya pesan (saya pesan baru, dengan desain dan ukuran yang saya tentukan, bukan membeli yang sudah ada di toko).
    Untuk tips memilih menurut saya jangan hanya berpatokan pada harga.
    1. Coba ketuk dan dengarkan bunyi kayunya. Kayu jati berkualitas punya bunyi yang khas.
    2. Lihat corak kayunya. Kayu jati yang tua biasanya terdapat corak garis hitam seperti rambut yang mengikuti alur serat. Semakin jelas- semakin tua usia jati itu.
    3. Lihat warna finishingnya. Umumnya furniture jati yang berwarna gelap untuk menyembunyikan penggunaan kayu jati muda. Cari bagian yang tidak terkena finishing, itulah warna asli kayunya.
    4. Lihat lebar maksimal papan yang tanpa sambungan. Paling tidak lebar ini memproyeksikan diameter pohon jati yang digunakan. Anda bisa melihat di toko Susan Galeri jln Kartini, ada satu meja teras bundar yang tanpa sambungan. Ini yang membuat saya tidak meragukan lagi kualitas kayu jati yang dipakai susan galery.
    5.Tanyakan asal bahan kayu jati itu. Kayu jati yang berkualitas umumnya berasal dari daerah Jatim-Jateng-DIY. Kayu jati yang berasal dari Jabar kurang bagus kualitasnya (pengalaman saya jati asal Jabar yang saya miliki keropos dimakan rayap).
    6. Kenali pemilik toko dan asal furniture. Apakah dia hanya menjual saja, atau dari awal proses pembuatan. Ini penting karena banyak pengrajin yang curang menggunakan bahan kayujati campuran, Bagian yang terlihat menggunakan kayu berkualitas baik, dan bagian yang tersembunyi menggunakan kayu berkualitas kurang baik. Ada baiknya melihat langsung proses pembuatan dan mengenal pekerjanya.

    Reply
    • 12. depokmania  |  October 31, 2012 at 6:42 am

      Terima kasih atas advicenya. Sangat berguna.

      Reply
  • 13. dannu  |  October 16, 2012 at 2:42 am

    Nice Tips mas,..

    Reply
  • 14. Famili Gorden  |  October 17, 2012 at 4:03 am

    Kalau yang jual furniture jati second dimana ya? barangkali ada informasi..plus saya kadang-kadang perlu untuk buat box gorden..

    Reply
    • 15. depokmania  |  October 31, 2012 at 6:33 am

      Wah, maaf mas gak ada info kl untuk furniture jati second.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: