Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses finishing pembangunan rumah

June 9, 2010 at 4:40 am Leave a comment

Pada suatu pagi awal bulan ini, saya melayangkan pandangan pada tembok belakang rumah saya, yang berbatasan dengan kebun warga sekitar, dan tampaklah ada beberapa retakan dan bekas rembesan air. Tetapi karena tembok itu bukan berada dirumah utama, melainkan bersebelahan dengan tempat menjemur pakaian, jadi saya tidak begitu memperhatikan hal tersebut.

Untungnya pak de Mo, orang yang membantu mengatasi kebocoran pada dinding atas/karpus rumah saya, juga melihat hal tersebut. Ia pun segera mengecek ke sisi belakang tembok rumah saya, melalui kebun jambu biji milik warga sekitar. Ternyata tembok belakang rumah saya belum diplester sama sekali. Ditambah lagi kualitas tembok dari developer yang kurang baik, komposisi antara semen & pasir yang kurang tepat, serta batu bata yang digunakan juga kualitasnya buruk. Pantas saja air bisa merembes dan meninggalkan garis-garis pada tembok rumah saya.

Akhirnya kami putuskan untuk memplester, mengaci serta memberi cat pelindung anti bocor merk no d***. Lumayan juga pekerjaan tersebut memakan waktu 4 hari, dengan 4 orang tukang. Karena tembok belakang rumah saya cukup tinggi, lebih dari 4 M dan lebarnya sekitar 7 M. Biaya yang dikeluarkan juga cukup besar bagi saya, tetapi Alhamdulillah setelah selesai, saya bisa lebih tenang.

Selain permasalahan tembok belakang, ternyata ada sebagian nok-nok diatap saya yang belum diplester. Bahkan genteng nok-nok juga belum dipasang, untuk atap yang ada dibagian belakang, dapur dan kamar tidur belakang. Alhamdulillah sekarang sudah selesai pemasangan & pemelesteran nok-nok tersebut, serta pemberian pelindung anti bocor merk no d***.

Sebagai kesimpulan, apabila kita melakukan pembangunan rumah atau perluasan rumah, hal-hal berikut ini yang penting untuk diperhatikan pada saat finishing:

1. Pastikan seluruh bagian tembok, atas maupun samping, sudah diplester & diaci. Akan lebih baik lagi bila diberi pelindung anti bocor. Sebagai referensi, menurut saya ada 2 merk yang cukup terkenal yaitu aquap**** dan no d***. Hal ini perlu untuk mengurangi kemungkinan terjadinya perembesan air dari luar, biasanya saat hujan lebat disertai angin. Selain itu, dengan diplester dan diaci, tembok juga akan lebih awet.
2. Pastikan seluruh bagian atas rumah, nok-nok genteng maupun talang air dibuat dengan rapi dan dilapisi dengan pelindung anti bocor. Biasanya bagian atas rumah agak luput dari perhatian kita, karena untuk mengeceknya kita perlu berepot-repot ria untuk naik ke atap. Karena tidak semua orang punya keberanian untuk naik tangga ke atap rumah. Selain itu, posisi genteng pun harus dicek dan dipatikan tidak ada yang renggang. Karena bila ada yang renggang, mungkin saja air hujan bisa masuk dan mengalir kedalam.
3. Pastikan semua engsel pintu maupun jendela dipasang dengan sempurna, termasuk pemasangan semua sekrup-sekrupnya. Karena bila tidak sempurna, ada kemungkinan pintu atau jendela tersebut bisa bergeser.
4. Untuk pintu dan jendela terbuat dari kayu, pastikan ada jarak antara dengan kusen maupun lantai. Karena dimusim hujan, biasanya kayu akan mengembang. Meskipun menggunakan kayu yang kualitasnya baik (misalnya kamper samarinda) dan sudah di-oven, tetap saja ada pengembanganan dari kayu-kayu tersebut, meskipun tidak begitu banyak (berdasarkan pengalaman saya).

Mudah-mudahan pengalaman saya diatas bisa berguna dan dijadikan bahan pelajaran bagi kita semua. Amin …..

Entry filed under: Tentang Rumah. Tags: .

Ada-ada saja, kondektur KRL pagi terlambat Pengamanan untuk ruang terbuka didalam rumah (informasi harga teralis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: