Mengatasi Atap atau Karpus Bocor

June 3, 2010 at 11:31 am 2 comments

Curah hujan yang cukup tinggi pada bulan lalu, cukup membuat kami kerepotan, karena pada beberapa bagian rumah kami ada air yang merembes. Mmmhhh … jadinya seperti ada banjir lokal neh dan kami sibuk memeras kain pel yang kami gunakan untuk mengeringkan lantai rumah kami dari rembesan air hujan. Tak terasa, ternyata sudah setengah ember sendiri air yang kami peras dari kain pel tersebut😀.

Esoknya kami langsung menghubungi tetangga, pak de Mo, yang dulu pernah membantu saya dalam memperbaiki talang air yang bocor. Alhamdulillah, beliau bisa membantu kami. Bersama kedua temannya, beliau mulai menginvestigasi atap rumah kami. Ternyata ditemukan bahwa karpus yang umurnya baru 6 bulan sudah retak-retak dan tampaknya dari sanalah resapan air hujan berasal ketika hujan deras. Selain itu, tembok rumah bagian kiri belum sempat di-aci dan sebagian karpus lain juga belum di-aci. Memang saat pembangunan rumah lalu, saya tidak sempat mengontrol sampai naik ke atap.

Akhirnya kami putuskan untuk membeli cat pelapis anti bocor merk no d*** dan serat untuk melapisi karpus atap kami. Setelah 3 hari kerja, akhirnya selesai juga seluruh pekerjaan melapisi karpus & meng-aci dinding samping kiri. Selain itu, karena musim hujan, sebagian pintu & jendela agak seret bila ditutup. Masalah itu juga diselesaikan dengan cara menyerut sebagian kayu pintu dan jendela yang seret.

Setahu saya, setidaknya ada 3 cara untuk mengatasi kebocoran pada karpus, yaitu:

1. Melapisi karpus dengan cat anti bocor (misalnya merk no d*** atau aqua*****) dan serat.
2. Membentangkan karpet untuk pelapis talang air pada karpus (ide ini saya dapatkan dari tetangga rumah).
3. Melapisi karpus (yang retak) dengan dempul mobil. Nah cara ini memang tidak lazim, tetapi ampuh untuk dipertimbangkan sebagai solusi permanen terhadap karpus bocor. Karena sifat dari dempul mobil yang akan semakin lama semakin keras, seiring berjalannya waktu, meskipun terkena panas dan hujan. (ide ini saya dapatkan dari ayah saya).

Saya sendiri lebih memilih opsi no. 1, karena alasan berikut:

1. Saya khawatir karpus akan tambah bocor, bila menggunakan opsi no. 2 (menggunakan karpet pelapis talang air pada karpus). Karena untuk melekatkan karpet, kita harus memaku karpet dengan karpus.
2. Karena saya belum punya mobil, jadi saya tidak punya persediaan dempul. Jadi saya tidak menggunakan opsi no. 3 (menggunakan dempul untuk melapisi karpus bocor).

Bagaimana dengan anda, apakah rumah anda juga sering bocor saat hujan? Mudah-mudahan tips diatas bisa sedikit berguna.

Entry filed under: Tentang Rumah. Tags: .

Saling Pengertian Sesama Penumpang KRL (impian) Ada-ada saja, kondektur KRL pagi terlambat

2 Comments Add your own

  • 1. Sohib  |  May 23, 2012 at 4:24 am

    Terima kasih DM.
    Informasi pengalamannya cukup ngasih pencerahan buat sy yg punya masalah sama persis. Keep posting y🙂

    Reply
    • 2. depokmania  |  October 31, 2012 at 6:44 am

      Sama-sama, senang rasanya bisa berbagi informasi.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: