International Commercial Term (Incoterm) …. part 3 (final)

April 22, 2010 at 4:52 am Leave a comment

Postingan/artikel ini merupakan pelengkap dari postingan/artikel sebelumnya, yang membahan mengenai incoterm. Setelah ke-3 kelompok awal dari delivery term (E, F dan C), saat ini saya akan mencoba menjelaskan untuk delivery term kelompok terakhir, yaitu D (DAF, DES, DEQ, DDU, DDP).

Secara umum, delivery-delivery term yang termasuk dalam kelompok D, memiliki tambahan kewajiban bagi penjual dibandingkan kelompok lain (E, F dan C), yaitu tanggungjawab & resiko barang ada di penjual sampai barang tersebut tiba ditempat yang ditentukan (pelabuhan, perbatasan/frontier atau gudang). Artinya, pihak penjual harus membuka asuransi yang lingkupnya cukup untuk menjamin bahwa barang yang dikirimkan tidak akan mengalami kerusakan/gangguan pada saat perjalanan.

Penjelasan untuk masing-masing delivery term adalah sbb:

a. DAF atau Delivered at Frontier …. (tempat tujuan)
Delivery term ini mewajibkan penjual untuk mengirimkan barang sampai ketempat tujuan yang disepakati dengan pembeli. Semua biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban ini adalah tanggungjawab penjual. Jadi penjual bertanggungjawab (termasuk dalam hal biaya) atas proses manufacturing, packing, local transport dalam negara pengeksport, export clearance, pengiriman (freight) sampai ditempat yang disepakati dan asuransi pengiriman barang. Tetapi penjual tidak bertanggungjawab atas unloading (pembongkaran) muatan, import clearance dan pengiriman ke gudang ditempat tujuan. Hal ini menjadi tanggungjawab pembeli.
Bila disepakati oleh kedua pihak (penjual & pembeli), untuk menyerahkan tanggungjawab pembongkarang (unloading) barang ke penjual, maka hal ini harus dinyatakan dengan jelas pada kontrak jual beli.

Selain itu, delivery term DAF hanya dapat digunakan untuk moda transportasi darat. Bila pembeli/penjual ingin menggunakan moda transportasi lain (udara atau laut), bisa menggunakan delivery term DES atau DEQ.

Risk tranfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang sampai ditempat tujuan yang disepakati (diluar wilayah custom dari negara tujuan), tetapi dalam keadaan belum dibongkar (unloading).

b. DES atau Delivered ex Ship …. (nama pelabuhan tujuan)
Delivery term ini mewajibkan penjual untuk mengirimkan barang sampai ke pelabuhan tujuan yang disepakati dengan pembeli. Semua biaya yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajiban ini adalah tanggungjawab penjual. Jadi penjual bertanggungjawab (termasuk dalam hal biaya) atas proses manufacturing, packing, local transport dalam negara pengeksport, export clearance, pengiriman (freight) sampai dipelabuhan yang disepakati dan asuransi pengiriman barang. Tetapi penjual tidak bertanggungjawab atas unloading (pembongkaran) muatan, import clearance dan pengiriman ke gudang ditempat tujuan. Hal ini menjadi tanggungjawab pembeli.

Selain itu, delivery term DES hanya dapat digunakan untuk moda transportasi darat, laut maupun gabungan (multimodal).

Risk tranfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang sampai dipelabuhan tujuan yang disepakati, tetapi dalam keadaan belum dibongkar (unloading).

c. DEQ atau Delivered ex Quay …. (nama pelabuhan tujuan)
Delivery term ini hampir sama dengan DES, hanya saja pihak penjual mendapatkan tambahan kewajiban untuk membongkar (unloading) barang diport (quay) kedatangan. Jadi penjual bertanggungjawab (termasuk dalam hal biaya) atas proses manufacturing, packing, local transport dalam negara pengeksport, export clearance, pengiriman (freight) sampai dipelabuhan yang disepakati, asuransi pengiriman barang dan pembongkaran (unloading) barang dipelabuhan tujuan. Tanggung jawab untuk proses berikutnya yaitu import clearance dan pengiriman ke gudang ditempat tujuan. Hal ini menjadi tanggungjawab pembeli.

Selain itu, delivery term DEQ hanya dapat digunakan untuk moda transportasi darat, laut maupun gabungan (multimodal).

Risk tranfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang sampai dipelabuhan tujuan yang disepakati, tetapi dalam keadaan sudah dibongkar (unloading).

Bila dari kedua pihak (penjual dan pembeli) ingin menambahkan kewajiban dari penjual untuk mengirimkan barang sampai ketempat lain, didalam wilayah custom negara tujuan, diluar pelabuhan (misalnya gudang, terminal atau stasiun) maka delivery term DDP atau DDU sebaiknya digunakan.

d. DDU atau Delivered Duty Unpaid …. (nama tempat tujuan)
Delivery term ini mengharuskan pihak penjual melaksanakan segala kewajiban agar barang bisa sampai ke tempat yang disetujui oleh kedua belah pihak (penjual dan pembeli), biasanya gudang atau lokasi lain, didalam wilayah custom negara tujuan, tetapi belum custom clearance (import cleared) dan belum dibongkar (unloading). Sehingga dalam prakteknya pihak penjual akan menanggung dulu biaya untuk costom clearance, bea import dan pembongkaran (unloading) agar barang tersebut bisa sampai kelokasi yang disetujui. Pihak penjual nantinya akan menagihkan/reimburse biaya-biaya tersebut ke pembeli.
Bila kedua belah pihak menginginkan agar pihak penjual yang akan melaksanakan proses importasi berikut menanggung resiko-resiko didalamnya, maka hal itu harus dicantumkan secara explisit didalam kontrak jual beli.

Risk tranfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang sampai ditempat tujuan yang disepakati (didalam wilayah custom negara tujuan), misalnya gudang, terminal atau stasiun, tetapi dalam keadaan belum clear for import & belum dibongkar (unloading).

e. DDP atau Delivered Duty Paid …. (nama tempat tujuan)
Delivery term ini mengharuskan pihak penjual melaksanakan segala kewajiban agar barang bisa sampai ke tempat yang disetujui oleh kedua belah pihak (penjual dan pembeli), biasanya gudang atau lokasi lain, didalam wilayah custom negara tujuan, termasuk didalamnya kewajiban untuk custom clearance (import cleared) dan pembongkaran (unloading). Sehingga bisa dikatakan bahwa pembeli menerima bersih barangnya sampai digudang atau tempat lain, tanpa terlibat dalam proses importasi. Mungkin bisa dianalogikan dengan membeli barang lokal, jadi pihak pembeli tidak memperhatikan proses importasi.

Secara singkat, delivery term DDP adalah DDU ditambah kewajiban custom clearance & pembongkaran. Jadi pihak pembeli menerima bersih barang tersebut sampai digudang atau tempat lain yang disepakati, dalam kondisi sudah dibongkar dari kontainer.

Risk tranfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang sampai ditempat tujuan yang disepakati (didalam wilayah custom negara tujuan), misalnya gudang, terminal atau stasiun, dalam keadaan sudah clear for import & sudah dibongkar (unloading).

Mudah-mudahan penjelasan diatas bisa memberikan gambaran secara lebih terang & jelas, dibandingkan membaca dokumen incotermnya yang agak rumit & memerlukan pemahaman mendalamđŸ™‚.

Entry filed under: Trading. Tags: .

International Commercial Term (Incoterm) ….. part 2 (C group) Kumpulan Tebakan Lucu (Humor) – part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: