International Commercial Term (Incoterm) ….. part 2 (C group)

April 21, 2010 at 6:52 am Leave a comment

Melanjutkan posting (artikel) sebelum ini, mengenai incoterm, berikut akan coba saya jelaskan delivery term lain, yang memiliki awalan C (CIF, CIP, CPT, CFR) dan D (DAF, DES, DEQ, DDU, DDP). Karena delivery term dengan awalan E (Ex-Work/Ex-Go) dan F (FOB, FAS, FCA) sudah dibahas sebelum ini.

Untuk delivery term dengan awalan C (CIF, CIP, CPT, CFR), pada intinya kewajiban pihak penjual adalah sampai dengan menanggung biaya untuk main freight (kapal laut atau pesawat udara). Karena itu, pembeli sebaiknya sudah mulai meng-arrange asuransi saat barang sampai di main freight (kapal laut atau pesawat udara) atau carrier (forwarder atau pihak yang diminta untuk melaksanakan pengiriman barang).

a. CFR atau Cost and Freight …(nama pelabuhan tujuan),
Untuk delivery term ini, kewajiban dari penjual adalah mengirimkan barang sampai dengan tempat yang dituju (pelabuhan tujuan). Tetapi, secara tanggungjawab & risk transfer, hanya sampai keatas media pengangkut/kapal (main freight). Jadi, penjual bertanggungjawab untuk membayar biaya-biaya yang timbul dari mulai produksi barang, sampai dengan barang sampai dipelabuhan tujuan (manufacturing cost, packing, local transport/transport to carrier or port, export clearance, THC pada pelabuhan keberangkatan & freight cost). Dalam delivery term CFR, pihak penjual tidak diwajibkan membuka marine insurance, sehingga pembeli sebaiknya membuka asuransi untuk barang tersebut selama pengiriman. Selain itu, apabila ada biaya-biaya lain/tambahan setelah barang dikirimkan dari pelabuhan keberangkatan, terkait dengan pengiriman barang, maka biaya-biaya tersebut akan menjadi kewajiban pembeli, bukan penjual.
Jadi, risk transfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang tersebut sudah berada diatas pengangkut (after pass the ship’s rail).
CFR hanya berlaku untuk moda pengangkutan laut dan darat.

b. CIF atau Cost Insurance and Freight …. (nama pelabuhan tujuan)
Untuk delivery term ini, secara tanggungjawab & risk transfer hampir sama dengan CFR. Hanya saja pihak penjual memiliki kewajiban tambahan, yaitu pihak penjual wajib membuka marine insurance. Sedangkan untuk delivery term CFR, tidak ada kewajiban dari penjual untuk membuka marine insurance.
Meskipun sudah ada marine insurance yang dibuka oleh penjual, tetapi biasanya coveragenya minimal. Sehingga bila pembeli ingin mendapatkan perlindungan tambahan terhadap barangnya selama pengiriman, maka sebaiknya pembeli membuka asuransi tambahan.
Untuk CIF, risk transfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang tersebut sudah berada diatas pengangkut (after pass the ship’s rail).
CIF hanya berlaku untuk moda pengangkutan laut dan darat.

c. CPT atau Carriage Paid to …(nama tempat tujuan),
Untuk delivery term ini, kewajiban dari penjual adalah mengirimkan barang sampai dengan carrier (bisa forwarder/atau perusahaan lain yang mengatur pengiriman barang ke tempat tujuan). Tetapi, secara tanggungjawab & risk transfer, hanya sampai keatas media pengangkut/kapal atau pesawat (main freight). Tetapi bila media pengangkut yang digunakan lebih dari satu (misalnya transit & pindah kapal), maka tanggungjawab penjual hanya adalah barang sampai di kapal atau pesawat pertama. Jadi, penjual bertanggungjawab untuk membayar biaya-biaya yang timbul dari mulai produksi barang, sampai dengan barang sampai dipelabuhan tujuan (manufacturing cost, packing, local transport/transport to carrier or port, export clearance, THC pada pelabuhan keberangkatan & freight cost). Dalam delivery term CPT, pihak penjual tidak diwajibkan membuka marine insurance, sehingga pembeli sebaiknya membuka asuransi untuk barang tersebut selama pengiriman. Selain itu, apabila ada biaya-biaya lain/tambahan setelah barang dikirimkan dari pelabuhan keberangkatan, terkait dengan pengiriman barang, maka biaya-biaya tersebut akan menjadi kewajiban pembeli, bukan penjual.
Jadi, risk transfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang tersebut sudah berada diatas pengangkut awal (kapal atau pesawat pertama).
CPT bisa digunakan untuk semua moda pengangkutan, yaitu udara, laut dan darat.

d. CIP atau Cost and Insurance Paid To …. (nama tempat tujuan)
Untuk delivery term ini, secara tanggungjawab & risk transfer hampir sama dengan CPT. Hanya saja pihak penjual memiliki kewajiban tambahan, yaitu pihak penjual wajib membuka insurance/asuransi. Sedangkan untuk delivery term CPT, tidak ada kewajiban dari penjual untuk membuka insurance/asuransi.
Meskipun sudah ada insurance/asuransi yang dibuka oleh penjual, tetapi biasanya coveragenya minimal. Sehingga bila pembeli ingin mendapatkan perlindungan tambahan terhadap barangnya selama pengiriman, maka sebaiknya pembeli membuka asuransi tambahan.
Untuk CIP, risk transfer dari penjual ke pembeli adalah pada saat barang tersebut sudah berada diatas pengangkut pertama/1st carrier (kapal atau pesawat pertama).
CIP berlaku untuk semua moda pengangkutan (udara, laut dan darat).

Sebenarnya masih ada 1 lagi kelompok delivery term, yaitu D (DAF, DES, DEQ, DDU, DDP). Kelompok ini akan coba saya bahas/terangkan pada posting/artikel selanjutnya.

(bersambung….)

Entry filed under: Trading. Tags: .

International Commercial Term (Incoterm) …. part-1 International Commercial Term (Incoterm) …. part 3 (final)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: