Langkah-Langkah untuk Migrasi ke IP

March 9, 2010 at 9:38 am Leave a comment

Untuk memulai proses migrasi dari TDM ke IP/ethernet, diperlukan usaha yang cukup berat, terutama bagaimana membuat proses migrasi tersebut menjadi lancar (smooth migration). Sebagaimana sudah disampaikan pada posting terdahulu, hal yang terpenting dari proses migrasi ke IP adalah memastikan layanan yang sudah ada (legacy service) tetap terjaga kualitasnya. Legacy service disini terutama adalah layanan berbasis TDM (voice).

Secara umum, proses migrasi ke IP/ethernet dapat dilakukan dalam 2 strategi, yaitu membangun jaringan tersendiri khusus untuk IP/ethernet (overlay dengan jaringan eksisting) dan melakukan manipulasi (engineering) jaringan eksisting untuk bisa melayani traffic IP/ethernet. Penjelasan dari masing-masing strategi adalah sbb:

1. Membangun Jaringan khusus untuk IP/ethernet (overlay dengan jaringan eksisting),
Secara teknis, strategi ini yang paling mudah dilaksanakan dan paling kecil resikonya terhadap traffic eksisting. Tetapi dari sisi efisiensi jaringan dan nilai investasi, solusi ini kurang baik. Karena kita harus membangun jaringan baru khusus untuk mengakomodasi traffic IP. Sehingga belanja modal (CAPEX) dari pemilik jaringan akan besar, karena harus membangun jaringan baru dari awal.
Untuk saat ini, dimana kebutuhan untuk traffic voice dan data masih sama-sama tumbuh (meskipun tren pertumbuhan traffic voice lebih kecil dibandingkan pertumbuhan traffic data), maka penambahan kapasitas (upgrade) jaringan menjadi sesuatu yang harus dilakukan, untuk mengantisipasi pertambahan traffic.
Andaikan solusi ini yang kita ambil (overlay), maka tentu saja kita harus menyiapkan CAPEX yang lebih besar, karena kita harus mengupgrade baik jaringan untuk TDM maupun IP/ethernet. Hal ini yang merupakan kelemahan dari solusi ini. Karena pada prakteknya pekerjaan upgrade jaringan tidak hanya membutuhkan biaya pembelian perangkat/card tambahan, tetapi juga jasa-jasa pelaksanaan pekerjaan yang cukup mahal.
Karena itulah, kecendrungan untuk membuat jaringan yang overlay TDM dan IP/Ethernet untuk saat ini kurang dilirik oleh para pemilik jaringan.

2. Membangun jaringan yang dapat digunakan untuk IP/Ethernet, tetapi masih dapat melayani legacy service, yang biasa dikenal dengan nama “hybrid network”. Dengan hybrid network ini, pemilik jaringan bisa meng-utilisasi jaringan tersebut untuk melayani trafik IP/Ethernet dan TDM, tanpa membangun jaringan baru. Ketika diperlukan upgrade jaringan, karena pertambahan trafik, baik TDM maupun IP/Ethernet, maka pemilik jaringan hanya perlu mengupgrade satu jaringan saja. Sehingga biaya yang diperlukan bisa ditekan.
Pembuatan hybrid network ini bisa dilakukan dengan meng-utilisasi jaringan yang sudah ada (eksisting), misalnya dengan menggunakan teknologi-teknologi PWE3 (Pseudowire Emulation Edge to Edge), EoSDH dan EoPDH. Saya akan mencoba memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai teknologi dan standard-standard tersebut pada postingan selanjutnya.

Setelah kita menentukan apakah menggunakan jaringan overlay atau hybrid, maka kita sudah bisa mulai melakukan migrasi perangkat dijaringan kita. Yang kita maksudkan untuk migrasi disini adalah menambah perangkat berbasis ethernet/IP ke jaringan kita dan mengintegrasikannya ke jaringan kita tersebut. Proses integrasi ini tampaknya sederhana, tetapi sebenarnya tidak semudah itu. Karena perangkat baru yang akan diintegrasikan memiliki standar dan platform yang berbeda dengan perangkat eksisting.

Sebaiknya proses migrasi ke IP dilakukan secara bertahap & dilakukan dengan skala kecil terlebih dahulu. Setelah sukses dan berhasil, baru dilakukan pada jaringan dengan skala yang lebih besar. Misalnya, seluruh jaringan dibagi dalam 8 cluster (A – H). Dimana cluster terkecil A, dan cluster terbesar H. Maka sebaiknya proses migrasi dimulai dari cluster A, kemudian ke cluster yang lebih besar dan akhirnya cluster terbesar (H).

Entry filed under: IT & Telco technology. Tags: .

Indahnya Kota Batu & Sekitarnya (Wisata didaerah Malang, Batu & Sekitarnya) – lanjutan, foto-foto Contoh surat Permohonan Mutasi PNS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: