Tips-Tips Memilih & Membeli Rumah secara efisien, hemat & memuaskan

February 9, 2010 at 6:05 am 4 comments

Tidak bisa dipungkiri bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia, selain pangan & sandang. Terlebih bagi keluarga yang sudah memiliki anak, akan sangat merepotkan bila masih menyewa/kontrak. Karena setiap saat harus siap apabila keadaan mengharuskan untuk pindah.
Bagi orang-orang yang cukup beruntung, karena berasal dari keluarga yang cukup berada, biasanya rumah bukan merupakan hal yang menyulitkan. Karena mereka biasanya sudah mendapatkan rumah disaat mereka mulai berkeluarga, misalnya sebagai hadiah perkawinan, dll.
Sedangkan bagi orang yang biasa-biasa saja, memiliki rumah tentu saja merupakan impian besar (jangan-jangan impian terbesar). Karena biasanya rumah merupakan investasi terbesar bagi mereka.
Secara umum, untuk memilih rumah diperlukan banyak pertimbangan, sbb:

1. Ketersediaan Dana,
Dana merupakan isu yang paling besar. Karena biasanya hal-hal yang lain akan mengikuti ketersediaan dana. Semakin besar dana yang kita miliki, maka semakin banyak juga pilihan rumah untuk kita. Tetapi menurut saya, sebaiknya untuk permulaan kita mengusahakan agar memiliki lahan (tanah) yang agak besar, meskipun rumah yang kecil (konsep rumah tumbuh). Karena penambahan luas rumah masih bisa dilakukan setelah rumah utama selesai. Tetapi untuk penambahan luas tanah, tidak bisa dilakukan dengan mudah. Karena meskipun kita memiliki dana nantinya, tetapi orang yang memiliki tanah disekitar tanah/rumah kita belum tentu mau menjual tanahnya kepada kita.
2. Pemilihan Lingkungan,
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lingkungan seperti apa yang akan kita pilih. Karena dengan membeli rumah, kita juga akan mendapatkan lingkungan sekitar rumah kita. Jangan sampai kita merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar kita, karena normalnya kita akan tinggal bersama mereka untuk selama-lamanya.
Secara umum, ada 2 jenis lingkungan, yaitu perumahan (cluster maupun non-cluser) dan non-perumahan (rumah kampung).
Perbedaan mendasar antara rumah perumahan dan non-perumahan adalah sbb:

-. Perumahan, pada umumnya memiliki batas yang jelas dengan lingkungan diluarnya. Bisanya berupa tembok maupun pagar. Dan biasanya dilengkapi dengan sistem keamanan (satpam). Sehingga orang-orang yang tinggal didalamnya biasanya lebih memiliki privasi (karena tidak sembarang orang bisa mengakses ke perumahan mereka secara langsung). Perumahan sendiri dibedakan menjadi 2, yaitu cluser & non-cluster. Bedanya hanya pada sistem akses saja, bila cluster hanya ada 1 pintu akses (keluar & masuk cluster). Sedangkan untuk non-cluster, biasanya ada lebih dari 1 pintu akses.

-. Non-perumahan (rumah kampung), tidak memiliki pembatas yang jelas dengan lingkungannya. Jadi sifatnya terbuka. Keuntungan dari non-perumahan adalah kita bisa lebih luwes & mudah untuk bersosialisasi dengan orang-orang lain maupun tetangga kita. Tetapi kita mesti lebih memperhatikan masalah keamanan, karena biasanya sistem keamannya tidak sebaik perumahan. Biasanya untuk rumah-rumah kampung, sistem keamanannya menggunakan swadaya (warga sendiri yang melaksanakan pengamanan lingkungan).

3. Kemudahan akses,

Kemudahan akses ini juga biasanya menjadi pertimbangan yang cukup besar bagi orang yang ingin memiliki rumah. Tentu saja kita lebih memilih rumah yang mudah aksesnya (jalan menuju perumahan lancar & besar), dekat dengan pusat aktifitas (pasar, sekolah, RS, dll) serta mudah dijangkau.

Tetapi kelebihan-kelebihan tersebut biasanya harus kita koversikan ke nominal tertentu (membayar lebih mahal untuk rumah dengan kemudahan-kemudahan akses).

4. Kedekatan dengan tempat beraktifitas,

Bagi kaum urban, yang menghabiskan waktu dari hari senin-jumat bekerja, tentu saja menginginkan rumah yang mudah dijangkau dari tempat kerja. Tidak berarti harus dekat dengan tempat kerja (yang biasanya ada dipusat kota), tetapi yang mudah & cepat untuk dijangkau. Misalnya seseorang yang bekerja dibilangan Jl. Jend. Sudirman (Jakarta) atau Tanah Abang, ada baiknya untuk memilih rumah di depok/bekasi/serpong atau tangerang, yang ada akses KRL. Karena dengan adanya KRL, akan lebih nyaman & cepat untuk sampai ketempat kerja atau pulang kerumah.

5. Kedekatan dengan keluarga,

Tidak sedikit orang yang memilih rumah karena faktor ini (dekat dengan rumah keluarga/orang tua). Karena pertimbangan bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, maka akan dapat dengan mudah mendapatkan pertolongan/bantuan dari keluarga/orang tua.

Tentu saja kita tidak mudah untuk bisa mendapatkan rumah ideal, yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita (misalnya rumah & tanah luas, serta lokasi dipusat kota). Karena hal itu berarti kita harus menyiapkan dana yang sangat besar.

Tetapi kita bisa mengakalinya dengan membuat prioritas-prioritas kebutuhan kita, apakah kita memprioritaskan bangunan & tanah luas, tetapi lokasinya jauh dipinggir kota, atau kita lebih memilih rumah yang lebih kecil tetapi lokasinya lebih dekat ke kota (pusat keramaian).

Silahkan anda tentukan sendiri, tetapi anda harus memperhitungkan juga kemampuan anda. Jangan sampai anda menyesal, karena membeli rumah merupakan investasi terbesar anda.

Entry filed under: Tentang Rumah. Tags: .

Persamaan Patung Liberty & Disney Land Membeli Rumah Baru atau Bekas?

4 Comments Add your own

  • 1. gyannara  |  February 9, 2010 at 8:01 am

    yang point no.4, kayaknya tau nih siapa yg dijadiin contoh:D

    Reply
  • 2. depok mania  |  February 9, 2010 at 9:06 am

    Wah, ini khan pengalaman pribadi gw😀

    Reply
  • 3. Tri Drian  |  February 10, 2010 at 2:48 am

    Perumahan dengan tembok pembatas luar enak sih, cuma kayak penjara ya… hehe…

    Untuk point nomor 4, gak salah tuh komentarnya kalau KRL itu nyaman ?
    Bukannya yang ekspress juga sering terlambat ?

    Reply
  • 4. depokmania  |  February 10, 2010 at 2:54 am

    Sebenarnya nggak kayak penjara sih, khan kita sebagai penghuni masih bisa bebas keluar masuk melalui pintu gerbang perumahan. Memang ada orang yang nyaman dengan kondisi itu dan ada orang lain yang kurang nyaman.

    Mmmmhhh … Secara umum saya rasa KRL adalah angkutan umum yang paling nyaman dibandingkan angkutan lainnya, misalnya bus atau angkot. Karena waktu tempuh yang jauh lebih cepat. Meskipun terkadang jadualnya tidak tepat.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 377,304 hits

Categories


%d bloggers like this: