Manfaat Sinar Matahari Pagi terhadap Bayi

September 29, 2011 at 3:21 pm Leave a comment

Alhamdulillah, kami baru saja dianugerahi 1 orang putri lagi. Sama seperti kakaknya, putri kami yang kedua ini juga dilahirkan secara cesar (operasi). Tentu saja kebahagiaan yang berlimpah kami rasakan dengan hadirnya buah hati kami yang kedua ini. Apalagi ketika kami mendapat izin dari pihak Rumah Sakit (perawat) untuk menempatkan bayi kami diruang tempat istri saya dirawat disana, sehingga bayi kami dapat selalu mendapatkan asupan ASI dari ibunya.

Setelah hari keempat, akhirnya kami merencanakan untuk pulang kerumah. Pagi-pagi sekali, pukul 6 pagi, bayi kami diambil darahnya untuk dianalisa, bersamaan dengan perawatan pagi hari (mandi, dll). Kami merencanakan pulang hari itu kerumah, bila memungkinkan, karena kami harus mendapatkan persetujuan dari Dokter spesialis Anak yang menangani bayi kami. Setelah menunggu sampai jam 10, akhirnya kami dapat bertemu dengan sang Dokter. Menurut hasil tes darah, bilirubin anak kami agak tinggi, 11,2. Sedangkan nilai maximum yang diizinkan adalah 12, agar anak dapat dibawa pulang dari Rumah Sakit. Sebenarnya sang Dokter menyarankan bayi kami untuk disinar, tetapi menurut beliau apabila mau dibawa pulang juga tidak apa-apa. Asalkan dijemur dibawah matahari pagi selama 30 menit dan diberikan ASI yang banyak.

Sambil berfikir-fikir, saya memperhatikan pasangan lain yang sedang berkonsultasi dengan dokter tersebut, dimana bilirubin anaknya adalah 15. Sang dokter langsung meminta agar bayi tersebut disinar, selama minimal 24 jam. Wah, kasian sekali fikir saya dalam hati. Akhirnya saya putuskan untuk membawa pulang bayi kami hari itu juga, dengan pertimbangan perawatan dengan diberi ASI yang cukup (banyak) dan dijemur dimatahari pagi akan lebih baik dari disinar di Rumah Sakit.

Besoknya mulailah rutinitas kami tiap pagi, yaitu menjemur bayi dibawah matahari pagi. Untungnya saat itu saya dapat cuti selama hampir 3 minggu, karena kelahiran anak saya hanya 1 minggu sebelum hari raya Idul Fitri. Jadi saya bisa membantu istri saya dalam merawat anak saya yang besar dan bayi kami yang baru lahir.

Alhamdulillah setelah dijemur dan diberikan ASI yang cukup selama 1 minggu, kondisi anak kami sudah jauh lebih baik (tidak kuning). Hali ini juga dibenarkan oleh Dokter yang merawat anak kami dan menurut beliau perkembangan anak kami cukup baik (berat badan naik 0,3 KG dalam 1 minggu).

Terus terang saya masih mencari tahu, apakah ada yang kurang sesuai dengan penanganan dari pihak Rumah Sakit, sehingga banyak bayi yang dilahirkan kuning? Ternyata analisa saya bermuara pada kurangnya (bahkan tidak ada) aktivitas menjemur bayi dipagi hari, selama di Rumah Sakit. Apakah semua rumah sakit tidak menjemur bayi yang baru dilahirkan setiap pagi? Bisa jadi, karena mungkin saja pihak rumah sakit tidak ingin menambah pekerjaan/pegawai untuk menjemur para bayi tersebut. Sebagaimana diketahui, sinar matahari pagi kaya akan vitamin D, yang berguna untuk membantu meningkatkan/menjaga fungsi hati kita, dalam mengurai racun/zat berbahaya.

Semoga para pengelola Rumah Sakit lebih memperhatikan hal ini, dengan menyiapkan balkon/tempat menjemur bayi setiap pagi.

About these ads

Entry filed under: Kesehatan. Tags: .

New Experience with iPhone Nama = Doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 308,914 hits

Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers

%d bloggers like this: