Apakah Pengguna Kendaraan Berbahan Bakar Solar Masih Layak Untuk Disubsidi?

January 28, 2011 at 11:24 am Leave a comment

Rencana pembatasan subsidi BBM merupakan topik yang cukup panas dipenghujung tahun 2010 lalu. Meskipun pemerintah akhirnya menunda pembatasan subsidi BBM dimulai pada akhir Maret/awal April 2011, tetapi tetap saja menyisakan pro dan kontra. Yah, saya rasa hal ini wajar, karena tidak ada proses perubahan menjadi lebih baik yang menyenangkan semua orang.

Saya sendiri setuju dengan kebijakan pembatasan subsidi BBM tersebut, karena beberapa hal :

1. Melatih rakyat kita menjadi lebih mandiri, tidak selalu di-ninabobokan oleh subsidi.
2. Asalkan tepat guna & bisa dipertanggungjawabkan, dana yang bisa dihemat dari subsidi tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih produktif (kredit usaha kecil atau pembangunan sarana untuk kebutuhan masyarakat luas).
3. Membatasi penggunaan kendaraan pribadi, sehingga diharapkan kemacetan dapat dikurangi

Sayangnya pemerintah tampaknya setengah-setengah dalam menerapkan kebijakan ini, misalnya dilihat dari plin-plannya pemerintah dalam menentukan kapan kebijakan pembatasan subsidi ini dimulai.

Selain itu, Pertamina sebagai penanggungjawab utama distribusi BBM (meskipun saat ini sudah ada saingannya seperti Shell, Total & Petronas), masih seringkali kurang dapat memenuhi ekspektasi pelanggan (kasus rusaknya fuelpump mobil2 yang pakai premium, dan beberapa kendala lain). Selain itu, karena saat ini cuma pertamina saja yang menjual BBM bersubsidi (premium), maka omzetnya masih tidak terkejar oleh Shell dan lain-lain.

Saya sendiri memang menggunakan pertamax (oktan 92), karena spesifikasi mobil saya menganjurkan penggunaan BBM dengan bilangan oktan 91 keatas. Selain itu, pertamax juga lebih murah (kira-kira 100 – 200 rupiah per liter) dibanding Shell ataupun Petronas. Tetapi belakangan, harga pertamax sudah sama dengan BBM yang dijual oleh Shell. Karena itu saya berencana menggunakan Shell saja kedepannya.

Nah, yang paling terlihat kelemahan dari kebijakan pemerintah ini adalah BBM Solar yang masih saja tetap harganya. Mudah-mudahan kedepannya Solar tidak selalu dianggap BBM bersubsidi. Karena mobil-mobil mewah saat ini, misalnya Pajero Sport, Fortuner maupun Kijang Innova bahkan Merci, ada yang versi solarnya. Bisa dipastikan mereka yang memiliki mobil mewah tersebut bukan dari kalangan biasa (rakyat jelata). Jadi, apakah mereka masih patut disubsidi? Semoga pemerintah bisa lebih bijaksana dalam menerapkan kebijakan subsidi BBM ini.

About these ads

Entry filed under: Miscaleous. Tags: .

Tangisan disepanjang Antasari – Blok M AHA, cara baru berinternet ria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 317,457 hits

Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers

%d bloggers like this: