Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang mudah & terjangkau

December 29, 2010 at 6:07 am 8 comments

Ingin punya mobil, punya rumah, punya villa atau kebun, dan punya-punya yang lain. Itulah gambaran manusia yang tidak pernah puas akan apa yang telah dia miliki :). Banyak cara yang dilakukan untuk memenuhi hasrat tersebut, salah satu diantaranya dengan meminjam dana dari pihak ketiga (baca : bank).

Menurut saya, tidak ada salahnya bila kita menggunakan jasa pihak ketiga (bank atau perusahaan pembiayaan/finance), asalkan dengan perhitungan yang matang. Sehingga kita tidak akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rutin/bulanan kita.

Bagi saya, membeli rumah adalah prioritas utama, meskipun menggunakan fasilitas KPR. Selain itu, kendaraan juga penting bagi kelancaran aktivitas kita dan keluarga. Oleh karena itu tidaklah berlebihan bila kita menggunakan fasilitas pembiayaan (melalui bank atau perusahaan pembiayaan) dalam membeli kendaraan. Tentu saja ini berlaku untuk rumah pertama dan kendaraan (mobil atau motor) pertama ya. Karena bila kita memiliki lebih dari satu rumah atau mobil, maka mobil atau rumah yang kedua akan kurang manfaatnya bagi kita (bukan lagi kebutuhan primer).

Dengan ini saya ingin berbagi pengalaman saja, siapa tahu ada rekan-rekan yang memerlukan informasi untuk menggunakan KPM (kredit pemilikan mobil).

Untuk memulai proses kredit pemilikan mobil, hal-hal yang perlu dilakukan/diperhatikan adalah sbb:

1. Pilihlah mobil yang kita inginkan dengan mempertimbangkan kemampuan kita membayar cicilan per bulan.
Ini adalah langkah awal yang sangat penting, karena menentukan berapa besarnya cicilan bulanan kita terhadap mobil yang akan kita beli nantinya. Misalnya seperti ini:
-. Tipe Mobil : Nissan Grand Livina
-. Harga Mobil : Rp 165 juta
-. Dana yang kita miliki saat ini : Rp 40 juta (untuk DP, asuransi, administrasi & cicilan pertama)

Nah, dari ilustrasi diatas, bisa dilihat bahwa meskipun kita merencanakan menggunakan fasilitas KPM, tetapi kita tetap harus menyiapkan dana dengan jumlah tertentu untuk pembayaran uang muka (DP), asuransi, administrasi dan cicilan pertama.

Untuk DP, biasanya pihak Bank/finance mensyaratkan 20% untuk mobil baru dan 30% untuk mobil lama/second dari harga jual mobil tersebut. Tetapi terkadang pihak bank memiliki kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tertentu dan memberikan kemudahan DP yang rendah, misalnya 10% atau tanpa DP. Tetapi dengan syarat-syarat tertentu, misalnya adanya jaminan dari perusahaan tempat kita bekerja, berupa surat dukungan.

Sebagai tambahan informasi, contoh bank-bank yang menyediakan fasilitas kredit pemilikan mobil diantaranya CIMB Niaga, BCA, Mandiri, BNI, BRI, Panin, dll.

2. Hitunglah secara baik & benar, berapa kemampuan kita dalam membayar cicilan kredit mobil tersebut.
Sebagaimana kita tahu bahwa penghasilan yang kita miliki biasanya tetap dan bila kita memutuskan untuk membeli mobil secara kredit, berarti akan menambah beban pengeluaran rutin bulanan kita. Menurut saya, sebaiknya kita menjaga agar porsi pembayaran hutang tidak lebih dari 40% dari penghasilan kita. Agar kita masih memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita secara layak dan syukur-syukur masih bisa menabung atau berinvestasi.

Sebagai ilustrasi, saya coba mensimulasikan kondisi keuangan suatu keluarga sbb:

-. Pemasukan total (suami & istri) Rp 12.800.000,-
-. Pengeluaran rutin bulanan Rp 5.000.000,-
-. Cicilan Rumah Rp 2.200.000,-
-. Zakat, infaq, shadaqah rutin bulanan Rp 800.000,-

Jadi total pengeluaran per bulan untuk keluarga tersebut adalah Rp 8.000.000,- dan keluarga tersebut dapat menyimpan sekitar Rp 4.800.000,- tiap bulan, baik untuk menabung atau berinvestasi.

Nah, suatu hari keluarga tersebut memutuskan untuk membeli sebuah mobil secara kredit. Maka, kira-kira berapa cicilan bulanan maksimal agar keluarga tersebut masih bisa hidup dengan layak dan tenang?

Menurut saya, sebaiknya total hutang adalah tidak lebih dari 40% dari total penghasilan/pemasukan. Keluarga tersebut telah memiliki utang cicilan rumah sebesar Rp 2.200.000,-. Maka total hutang maksimal yang harus dibayarkan tiap bulan adalah sbb:
40% * Rp 12.800.000,- = Rp 5.120.000,-.
Karena saat ini sudah ada hutang cicilan rumah sebesar Rp 2.200.000,- maka maksimal cicilan mobil yang diambil adalah :
(Rp 5.120.000,-) – (Rp 2.200.000,-) = Rp 2.920.000,-

Maka sesuaikanlah mobil impian keluarga anda dengan kemampuan Anda dalam mencicil kreditnya tiap bulan. Oya, selain komponen biaya cicilan bulanan, ada lagi komponen biaya yang harus disiapkan saat Anda membeli mobil, yaitu uang muka (DP), Asuransi dan biaya administrasi. Maka, sebelum membeli mobil, siapkanlah terlebih dahulu dana untuk membayar biaya-biaya yang dibutuhkan tersebut.

3. Perhitungan Uang Muka (DP),
Biasanya pihak bank atau finance mensyaratkan DP berkisar 20% untuk mobil baru (ada beberapa bank atau finance yang hanya mensyaratkan DP 10% untuk mobil baru), sedangkan untuk mobil lama biasanya DP yang diminta sekitar 30%. Misalnya untuk mobil yang saya sebutkan diatas, Grand Livina baru dengan harga Rp 165 juta, maka minimal DP yang sebaiknya disiapkan adalah Rp 33 juta.

Oya, setahu saya terkadang ada pihak finance (misalnya Adira, Oto, Toyota Finance, dll) yang menawarkan program-program promosi untuk menarik pelanggan, dengan memberikan kemudahan DP murah, misalnya 10%. Atau bahkan bila perusahaan tempat anda bekerjasama dengan bank tertentu, anda bisa mendapatkan kemudahan membeli mobil baru secara kredit dengan tanpa DP.

4. Asuransi,
Membuka asuransi untuk mobil merupakan keharusan bila kita ingin membeli mobil secara kredit. Biasanya yang diminta asuransi All Risk (setidaknya untuk tahun pertama). Biaya dari asuransi all risk berkisar dari 1.5% sampai 3%-an, tergantung asuransi mana yang kita pilih. Pilihan asuransi yang menyediakan program asuransi untuk mobil adalah Alianz, Jaya Proteksi, ACA dan lain-lain.

Biasanya pihak bank atau finance meminta kita untuk membayar asuransi didepan selama jangka waktu kredit, misalnya bila kita mengambil jangka waktu kredit 4 tahun, maka asuransi selama 4 tahun harus kita bayar dimuka.

Saat ini sudah banyak kemudahan yang ditawarkan pihak bank mengenai asuransi, bahkan ada bank yang memberikan kemudahan pembayaran asuransi per tahun. Misalnya kita mengambil jangka waktu kredit 4 tahun, makan hanya asuransi tahun pertama yang harus kita bayar saat membeli mobil. Asuransi tahun ke-2, 3 dan 4, kita bayar pada awal tahun ke-2, 3 dan 4. Jadi tidak begitu memberatkan diawal masa cicilan. Bahkan ada bank yang mengizinkan kita untuk membuka asuransi yang lebih murah (TLO/Total Loss Only) untuk tahun ke-2, 3 dan 4. Hanya tahun pertama saja yang harus All risk.

5. Biaya administrasi,
Biasanya pihak bank atau leasing mengharuskan kita untuk membayar biaya administrasi bila ingin membeli mobil secara kredit. Biaya administrasi tidak mahal, berkisar antara Rp 100 – 300 rb.

6. Akad kredit,
Seperti kredit pemilikan rumah, kredit pemilikan mobil juga dilakukan akad kredit. Biasanya akad kredit dilaksanakan dibank yang bersangkutan. Sebelum akad kredit, hal-hal yang perlu disiapkan adalah sbb:

-. Pembukaan rekenining di bank tersebut (bila belum punya)
-. Menyetor sejumlah dana (untuk cicilan pertama, asuransi, administrasi) sebelum akad kredit dilaksanakan
-. Membawa kopi dan asli dokumen-dokumen sbb:
1. Slip gaji/surat keterangan penghasilan dari perusahaan atau fotokopi rekening selama 3 bulan terakhir
2. KTP kita dan pasangan kita
3. Kartu Keluarga
4. Surat Nikah (bagi yang sudah menikah)
5. NPWP
6. Tanda terima/kuitansi pembayaran DP ke dealer

Sebagai ilustrasi berikut akan coba saya simulasikan berapa dana yang harus kita siapkan untuk akad kredit mobil, dengan asumsi sbb:
1. Mobil Grand Livina baru dengan harga Rp 165 juta
2. DP 20% sebesar Rp 33 juta
3. Jangka waktu kredit 4 tahun

Maka kita mengambil kredit dari bank/finance sebesar Rp 165 – 33 juta = 132 juta.
Berdasarkan perhitungan saya, dengan asumsi bunga fixed per tahun 6.65% selama 4 tahun, maka cicilan bulanan sebesar Rp 3,48 juta.
Kemudian biaya yang dibutuhkan untuk asuransi, misalnya 2.5% dari harga mobil baru, sebesar Rp 165 juta * 2.5% = Rp 4,125 juta. Bila asuransi selama 4 tahun dibayar diawal, maka Rp 4,125 * 4 juta = 16,5 juta
Biaya administrasi, asumsi, Rp 300 rb
Maka total dana yang disiapkan untuk akad kredit mobil (diluar DP) adalah Rp (3,48 juta + 16,5 juta + 300 rb) = Rp 20,28 juta.

7. Total dana yang harus disiapkan,
Jadi, selain biaya untuk akad kredit, kita juga perlu membayarkan DP ke dealer mobil. Misalnya untuk ilustrasi diatas, biaya total yang harus disiapkan adalah sbb:
-. DP : Rp 33 juta
-. Angsuran pertama : Rp 3,48 juta
-. Asuransi 4 tahun : Rp 16,5 juta
-. Administrasi : Rp 300 ribu

Jadi totalnya sebesar Rp 53,28 juta.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai tambahan kewajiban ini (cicilan kredit mobil tiap bulan) menjadikan total hutang yang harus dibayar tiap bulan melebih 40% dari total penghasilan/pemasukan kita.

About these ads

Entry filed under: Budget Management. Tags: .

TKDN untuk peningkatan ekonomi bangsa Pesona kota Bangkok (hari pertama)

8 Comments Add your own

  • 1. Tri Drian  |  December 29, 2010 at 6:23 am

    Wah mau dunk pemasukan segitu tiap bulan…

    Reply
    • 2. depokmania  |  December 29, 2010 at 9:14 am

      Hehehehe, namanya aja ilustrasi. Data-data ttg penghasilan dan pengeluaran khan bisa diasumsikan dan tidak harus sesuai dengan kita :).

      Reply
  • 3. hidayat  |  March 24, 2011 at 4:18 pm

    klu gak pnya DP gmna bos……. tpi pengsilan sya tiap bulan 5jt.

    saya pengen kredit mobil tp tnpa DP……. kira2 bisa gak

    Reply
    • 4. depokmania  |  March 26, 2011 at 8:22 am

      Pak Hidayat,

      Wah, kayanya mesti siapin DP pak. Meskipun dikit, misalnya 5 juta. Meskipun promosi tanpa DP, tetapi anda harus tetap membayarbiaya asuransi dan provisi, yang nilainya beberapa juta rupiah.

      Biasanya max. batas kredit adalah 40% – 50% dari penghasilan bulanan kita. Jadi silahkan dihitung sendiri kira-kira berapa max. cicilan yang akan disetujui oleh pihak bank.

      Goodluck.

      Reply
  • 5. chair  |  February 7, 2012 at 3:01 pm

    Kalau untuk administrasi saya sudah sediakan seperti misal 5 jt, lalu saya harus kemana pengajuannya?

    Reply
    • 6. depokmania  |  October 31, 2012 at 6:51 am

      Pengajuan KPM-nya? Silahkan ke kantor cabang Bank (misalnya CIMB Niaga, BCA, Mandiri, dll) yang terdekat. Karena untuk pengurusan KPM ini, setahu saya di kantor Cabang Bank, bukan kantor cabang pembantu.

      Reply
  • 7. rudi wibowo  |  January 2, 2013 at 6:51 am

    wah repot juga ya tidak semudah yg dibayangkan,tapi karna saya punya uang cash lebih baik beli kontan aja ah tinggal telp “dealer&show room” mobil lsng diantar…..bravo

    Reply
    • 8. depokmania  |  February 7, 2013 at 6:08 am

      Iya mas Rudi, memang agak repot. Saya setuju dengan mas Rudi, beli cash memang jauh lebih baik.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 306,438 hits

Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers

%d bloggers like this: