Tentang Kartu Kredit, baik atau buruk?

May 4, 2010 at 5:12 am Leave a comment

Di mall-mall, di ATM center, di ITC, di Swalayan dan tempat-tempat umum lainnya sangat banyak para sales yang menawarkan kartu-kartu kredit dari berbagai macam bank. Belum lagi para telemarketer, yang sangat rajin menelpon kita dengan berbagai cara untuk merayu kita mengajukan kartu kredit. Mmmhhh … Apakah bisnis kartu kredit memang secerah itu, sehingga para pemain (penyedia kartu kredit) berlomba-lomba untuk meraih pelanggan sebanyak-banyaknya?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai kartu kredit, ada baiknya kita mengenal lebih jauh mengenai kartu kredit itu sendiri. Secara umum, kartu kredit dapat dibagi menjadi 2 macam, menurut penyelenggaranya, yaitu sbb:

1. Kartu yang dikeluarkan oleh Bank itu sendiri. Misalnya BCA card (yang dikeluarkan oleh bank BCA), Mandiri card, BNI card dan lain-lain. Biasanya coverage (jumlah outlet) yang menerima pembayaran melalu kredit card jenis ini hanya untuk outlet-outlet dalam negeri dan jumlahnya terbatas.
2. Kartu yang dikeluarkan oleh penyedia layanan kartu kredit yang sudah mendunia, misalnya VISA dan MasterCard. Kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank tertentu, misalnya BCA, Mandiri, Citibank, dll, seringkali juga bekerja sama dengan VISA atau MasterCard. Jadi, bisa meluaskan coverage penggunaan kartu kredit tersebut.

Selain dibedakan dari penyelenggara/pihak yang mengeluarkan kartu kredit, pembedaan kartu kredit juga bisa dilihat dari limit/maksimal kredit yang diberikan. Secara umum dibagi menjadi 3, yaitu sebagai berikut:

1. Silver, ini merupakan kartu dasar dengan limit yang kecil. Biasanya antara 2 sampai 9 juta rupiah.
2. Gold, kartu ini memberikan tambahan limit yang cukup signifikan dibandingkan Silver. Biasanya minimal 10 juta rupiah. Sedangkan batas atasnya bisa menyentuh 100 juta-an rupiah.
3. Platinum, kartu ini merupakan kartu dengan kasta tertinggi dibandingkan kartu-kartu kredit lain (Gold dan Silver). Biasanya limit yang diberikan minimal 40 juta rupiah sampai tidak terbatas. Wow….. Selain limit kredit, hal lain yang membedakan antara Platinum dan Gold adalah fasilitas yang ditawarkan. Biasanya setiap kartu Platinum berhak mendapatkan gratis “lounge” dibandara-bandara, sembari menunggu keberangkatan pesawat.

Semakin besar limit kredit & semakin banyaknya fasilitas yang ditawarkan, tentu saja semakin mahal biaya tahunan dari kartu kredit tersebut. Sebut saja, untuk kartu silver, biasanya hanya mematok biaya tahunan sebesar 75 – 150 ribu rupiah dan kartu Gold, biasanya hanya 100 – 300 ribu rupiah. Sedangkan untuk kartu Platinum, biaya bulanannya minimal 300 ribu sampai 750 ribu.

Setelah mengenal jenis-jenis kartu kredit tersebut diatas, maka kita bisa mulai melihat keuntungan-keuntungan penggunaan kartu kredit, diantaranya adalah:

1. Kita bisa mendapatkan potongan harga dari outlet yang bekerja sama dengan kartu kredit tertentu. Misalnya cafe, butik, bioskop (Cinema), restoran dan lain-lain. Potongan harganya bervariasi, biasanya antara 10% sampai 50%.
2. Kita bisa membeli dengan cara berhutang (untuk dibayar dibulan depan). Jadi, bila kita memerlukan sesuatu barang (misalnya kebutuhan bulanan keluarga), tetapi kita belum memiliki uang saat ini, kita bisa membelinya dengan menggunakan kartu kredit. Misalnya untuk belanja bulanan di Carrefour atau Giant hypermarket.
3. Kita bisa mengurangi kerepotan dengan membawa uang cash yang banyak. Karena dengan menggunakan kartu kredit, pembayaran dengan uang cash bisa kita kurangi frekuensinya.
4. Kita bisa mendapatkan fasilitas “free lounge” dibandara, biasanya bagi pemegang kartu kredit Platinum.
5. Kita bisa membeli barang dengan menggunakan fasilias cicilan tetap. Misalnya kita membeli barang elektronik menggunakan kartu kredit. Untuk beberapa kartu kredit, misalnya BCA atau ANZ, menyediakan fasilitas cicilan selama periode tertentu (misalnya 3, 6, 12 bulan), dengan bunya yang fixed. Jadi kita bisa mencicil pembelian barang elektronik tersebut, selama waktu tertentu dengan cicilan yang tetap.
dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang bisa kita ambil. Tetapi kita harus berhati-hati, karena kartu kredit sendiri memiliki resiko dan keburukan yang harus kita manage (atur).

Resiko-resiko yang harus dimanage, terkait dengan kartu kredit diantaranya adalah sbb:

1. Menumbuhkan/menyuburkan jiwa berhutang. Hal ini harus benar-benar dikontrol, jangan sampai kita terjebak kedalam pribahasa “besar pasak daripada tiang”. Kl udah terlalu terlena dengan kartu kredit, banyak hutang & tidak mampu membayar cicilannya, maka jangan heran kalo nanti akan didatangi oleh debt-collector. Hehehehehe … :D
2. Penyalahgunaan kartu kredit via internet atau yang istilah bekennya “carding”. Meskipun kejahatan ini sudah booming lebih dari 7 tahun lalu, tetapi saat ini kejahatan ini masih saja terjadi. Modusnya dengan menggunakan data kartu kredit orang lain (nama, no., dll) untuk belanja di internet. Tiba-tiba saja sang pemilik mendapatkan tagihan untuk barang yang tidak ia beli.
3. Penyalahgunaan kartu kredit kita oleh orang lain. Hal ini bisa terjadi bila kita lupa/tidak sengaja meninggalkan kartu kredit kita, dan ada orang/pihak lain yang menggunakan kartu kredit tersebut untuk kepentingan pribadinya. Meskipun ada validasi tandatangan, tetapi biasanya tidak terlalu diperhatikan oleh penjaga outlet tempat belanja.
4. Bunga yang sangat besar untuk penarikan tunai. Hati-hati bila menggunakan fasilitas ini (tarik tunai via kartu kredit di ATM), karena bunganya cukup besar. Untuk mengetahui besar bunga pembelanjaan atau penarikan tunai, bisa dicek pada lembar tagihan bulanan.
5. Penalti yang nilainya cukup besar, bila kita terlambat melakukan pembayaran.

Nah, dibawah ini adalah tip-tip untuk meminimalkan (manage) resiko penggunaan kartu kredit:
1. Bayarlah cicilan tepat waktu untuk menghindari penalti.
2. Bila memungkinkan, bayarlah secara lunas tagihan bulanan kartu kredit anda. Bila tidak bisa, segera ubah tagihan bulanan menjadi cicilan tetap, karena biasanya bunganya lebih kecil.
3. Bila menggunakan kartu kredit, kalo bisa perhatikan kasir saat menggesek kartu kredit kita. Pastikan kasir menggesek dimesin kartu kredit yang terpercaya. Karena beberapa kasus pencurian data dilakukan menggunakan magnetic reader, yang ada dikasir.
4. Gunakan kartu kredit yang ada chip-nya, sebagai penyimpan data. Karena lebih aman dibandingkan yang menggunakan magnetic reader.
5. Jangan sekali-sekali meminjamkan kartu kredit anda pada oranglain. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
6. Bila kartu kredit kita hilang, segera telpon ke bank yang mengeluarkan kartu kredit tersebut untuk diblokir. Setelah itu ke kantor polisi untuk mengurus surat kehilangan & buatlah kartu kredit baru.
7. Bila tidak perlu kredit limit yang besar, jangan gunakan kartu kredit dengan limit besar (misalnya Platinum). Sesuaikan dengan kebutuhan kita saja.

Jadi, menurut saya banyak hal yang bisa kita ambil manfaatnya dari kartu kredit. Asalkan kita berhati-hati, kita bisa memperkecil kemungkinan kerugian akibat kartu kredit.

Bagaimana menurut Anda?

About these ads

Entry filed under: Manajemen Keuangan. Tags: .

Kumpulan Cerita Rohani (Penambah Semangat) Solusi untuk kulit anak balita merah-merah & gatal-gatal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Counter

  • 301,983 hits

Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 37 other followers

%d bloggers like this: